AS dan China Memanas, Amerika Serikat Kerahkan 3 Kapal Induk dan Jet Tempur di Perairan Indo-Pasifik

Sejumlah pengamat menilai aksi ini merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut AS telah bangkit kembali dari kemunduran akibat wabah virus corona


zoom-inlihat foto
chn-vs-us-or-xi-jinping-vs-trump.jpg
kompasiana.com
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tiga kapal induk AS dilaporkan berpatroli di perairan Indo-Pasifik


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tiga kapal induk Amerika Serikat (AS) dilaporkan berpatroli di perairan Indo-Pasifik.

Peristiwa Ini merupakan yang pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.

Lebih lanjut, ini memiliki kaitan dengan ketegangan antara AS dan China, diberitakan oleh AP.

Sejumlah pengamat menilai aksi ini juga merupakan sinyal bahwa Angkatan Laut AS telah bangkit kembali dari kemunduran yang akibat serangan wabah virus corona.

AP memberitakan bahwa kegiatan militer yang simultan dan tidak biasa dari tiga kapal perang AS, disertai dengan kapal penjelajah Angkatan Laut, kapal perusak, jet tempur dan pesawat lainnya, muncul ketika Washington meningkatkan kritik kepada Beijing.

Washington mengkritik tanggapan Beijing mengenai wabah virus corona, langkahnya memaksakan kontrol yang lebih besar atas Hong Kong, dan kampanyenya untuk melakukan militerisasi pulau buatan di Laut China Selatan.

"Ada beberapa indikasi dalam tulisan-tulisan China bahwa Amerika Serikat dihantam keras oleh Covid-19, bahwa kesiapan militer rendah, jadi mungkin ada upaya Amerika Serikat untuk memberi sinyal kepada China bahwa mereka tidak boleh salah perhitungan," kata Bonnie Glaser, direktur Proyek Tenaga China di Pusat Studi Strategis dan Internasional kepada AP.

"China pasti akan menggambarkan langkah ini sebagai contoh provokasi AS, dan sebagai bukti bahwa AS adalah sumber ketidakstabilan di kawasan ini."

Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompoe berencana untuk bertemu dengan pejabat pemerintah China di Hawaii, menurut laporan Politico, mengutip dua sumber yang tak disebutkan namanya.

Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (13/6), Politico melaporkan bahwa Pompeo yang mengkritik China tentang berbagai masalah tengah merencanakan perjalanan tersebut dan proses pengaturannya belum selesai.

Baca: Setelah Dugaan Data Diretas Hacker, Kali Ini Zoom Terseret Konflik Politik Amerika Serikat vs China

Baca: China dan Amerika Serikat Disebut Bakal Lakukan Pertemuan Tingkat Tinggi di Hawaii, Upaya Damai?

Parade militer China.
Parade militer China. (defensnews/AFP)

Departemen Luar Negeri AS dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dilayangkan Reuters.

Hubungan antara negara dengan dua ekonomi terbesar dunia itu memburuk dalam beberapa bulan terakhir, bahkan Presiden AS Donald Trump sempat mengancam dirinya bisa memutuskan hubungan dengan China.

Bulan lalu, Pompeo mengatakan China dapat mencegah kematian ratusan ribu orang di seluruh dunia jika lebih transparan tentang virus corona dan menuduh negara tersebut menolak untuk berbagi informasi.

Dia juga mengatakan rencana China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong akan menjadi lonceng kematian bagi otonomi bekas jajahan Inggris.

China dan Amerika Serikat Disebut Bakal Lakukan Pertemuan Tingkat Tinggi di Hawaii, Upaya Damai?

Diplomat top dari China dan Amerika Serikat disebut akan melakukan pertemuan di Hawaii, berdasarkan keterangan sebuah sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pertemuan ini disinyalir merupakan bagian dari upaya kedua pihak untuk meredakan ketegangan yang melonjak akhir-akhir ini dan mendorong hubungan AS-China ke titik terendah dalam beberapa dekade.

Dilansir oleh South China Morning Post, dari pihak China diperkirakan akan dipimpin oleh Yang Jiechi, seorang anggota dewan negara bagian dan anggota Dewan Partai Komunis Politbiro.

Sementara dari pihak Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo disebut akan mengepalai tim AS.

Menlu AS Mike Pompeo mengatakan Beijing menahan sampel virus awal. Foto: AFP
Menlu AS Mike Pompeo mengatakan Beijing menahan sampel virus awal. Foto: AFP (AFP)

Namun terkait rincian pertemuan dan tanggal pasti pertemuan itu belum diputuskan, kata sumber itu.





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved