David mempertanyakan keselamatan nelayan apakah terjamin atau tidak dengan pelampung yang mereka terlima.
Terlebih, dikatakan David pelampung tersebut diberikan setelah sebelumnya disimpan cukup lama.
David merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di lingkungan Pemkab Jember.
“Masyarakat bertanya kenapa DPRD Jember dan bupati tidak mau sinkron,” tutur dia.
Sementara itu, Bupati Jember Faida enggan memberikan komentar usai rapat paripurna selesai.
Begitu pula dengan Wakil Bupati Jember Abdul Muqiet Arif.
Keduanya memilih langsung meninggalkan DPRD Jember.
“Saya pamit dulu ya,” ucap Faida.
Baca: Polisi Bubarkan Resepsi Pernikahan di Jember, Tenda Dibongkar, Makanan Dibungkus Dibagi ke Warga
Baca: Kapolsek Jember Naik Pitam, Tegur Keras Guru Gelar Arisan : Malah Enak-enakan Pesta!
Baca: Faida (Bupati Jember)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Bagus Supriadi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Khawatir Tenggelam, Anggota DPRD Jember Rapat Paripurna Pakai Pelampung"