Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi Harapkan Agar Warga Disiplin, Jika Tidak Akan Diterapkan PSBB

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi peringatkan warganya agar disiplin dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Jika tidak maka ia bersiap terapkan


zoom-inlihat foto
hendrar-prihadi-2.jpg
Wikimedia
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi peringatkan warganya agar disiplin dalam Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Jika tidak maka ia bersiap terapkan PSBB


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wali Kota Semarang mengingatkan warganya untuk menaati aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan bersiap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) apabila warga tidak disipilin.

Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa menjadi alternatif untuk diberlakukan di kota yang dipimpinnya dengan sejumlah alasan.

Sejak awal, Hendi memilih menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PKM dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Semarang.

PKM sendiri menurutnya merupakan jalan tengah untuk mengakomodasi dua sisi, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

Hendi berharap masyarakat juga bisa semakin disiplin menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan yang sudah disosialisasikan.

Baca: UIN Walisongo Semarang Masih Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Ujian Mandiri hingga 17 Juli 2020

Baca: BMKG Prediksi Puncak Cuaca Panas di Jakarta, Surabaya dan Semarang, Suhu Terus Naik Sejak April

Ia melihat selama ini masih ada warga yang kurang memperhatikan anjuran pemerintah dan berkegiatan yang terkesan seperti tidak ada Covid-19 di Kota Semarang.

“Kalau warganya tidak juga kunjung berdisiplin, maka PSBB adalah alternatif,” ujar Hendi ketika ditemui di 5th Avenue Kota Semarang oleh awak media usai rapat pembahasan Perwal terkait PKM bersama forkompinda dan pejabat, Sabtu (6/6/2020) kemarin.

Baca: Pasar Kobong Semarang Jadi Klaster Baru Penularan Virus Corona, Pemkot Lakukan Penutupan Sementara

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait perpanjangan PKM di kota yang dipimpinnya usai melakukan rapat, Sabtu (6/6/2020).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) didampingi jajarannya memberikan keterangan terkait perpanjangan PKM di kota yang dipimpinnya usai melakukan rapat, Sabtu (6/6/2020). (Tribun Jateng)

Ia menerangkan bahwa tren kasus Covid-19 yang meningkat beberapa waktu terakhir ini bukanlah satu-satunya acuan untuk adanya potensi penerapan PSBB.

“Kalau tren meningkat karena memang kita lakukan tes swab dan rapid secara masif di banyak titik,” imbuhnya.

Pengaruh besar angka kasus Virus Corona yang meningkat menurutnya juga datang dari dibukanya moda transportasi darat, laut dan udara sejak Mei 2020 lalu.

“Supaya bisa turun (angka kasus Covid-19) ya kita inginnya semua ditutup saja lalu disterilkan, namun kan tidak memungkinkan karena ada warga kita yang kerja di pabrik yang harus kita amankan,” terang Hendi.

Penting diketahui, dari hasil rapat pembahasan tersebut kemarin Hendi mengungkapkan bahwa PKM di Kota Semarang bakal diperpanjang.

PKM tersebut kini memasuki jilid III yang berlaku selama 14 hari, yakni mulai 8 hingga 21 Juni 2020.

“Ini kan namanya jalan tengah ya jadi kita tidak bisa ngomong mengikuti arus masyarakat (pedagang/pemilik tempat makan) yang ingin bukanya sampai dini hari atau pagi hari, tidak boleh,” terang Hendi.

Ia mengungkapkan bahwa terdapat dua kelompok besar yang mempertimbangkan kesehatan mengatakan kepadanya untuk menerapkan PSBB.

“Tapi ada juga satu gelombang besar yang mengatakan jangan PSBB karena masih butuh kegiatan ekonomi untuk bisa makan.

Maka ini pakai jalan tengah, kalau semuanya sepakat jalan tengah harus diikutin jangan menawar lagi dan jangan melanggar aturan Perwal,” tegasnya.

“Kalau masih ada ya sudah PSBB saja jelas mana hitam mana putih,” imbuh Hendi.

Ia berharap PKM ini dapat membuat warga dapat tetap berkehidupan dengan baik tentunya dengan situasi yang terjaga agar selalu sehat agar bisa memutus penyebaran virus tersebut.

Baca: Kecelakaan Maut Terjadi di Pringapus Semarang, Pecahan Tugu Beton yang Tertabrak sampai Berhamburan

Baca: Perawat Ditampar Oknum Satpam saat Ingatkan Pakai Masker, Wali Kota Semarang Minta Maaf

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved