Saat itu, ayah DW tiba-tiba kehilangan kesadarannya dan mengalami diare.
Sementara, ibu DW mengalami meriang, batuk, dan sesak nafas.
Sehari setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, DW harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya meninggal dunia pada Sabtu (30/5/2020).
Sementara, pada Selasa (2/6/2020) ibu DW juga meninggal menyusul ayahnya.
"Ayah dan ibu saya belum sempat di-swab, jadi statusnya PDP," ujarnya.
Meski demikian, DW tak menampik bahwa keluarganya terpapar virus corona.
Namun, ia keberatan bila ibu dan ayahnya dianggap meninggal karena positif Covid-19.
DW mengaku pasrah atas apa yang terjadi pada keluarganya karena semua merupakan takdir dari Tuhan.
DW juga mengingatkan kepada siapapun agar tidak meremehkan Covid-19.
"Virus ini benar-benar nyata. Saya berpesan kepada semuanya agar selalu menjaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan," ucap DW.
Baca: Kulit Wajah Menghitam 4 Bulan Lawan Covid-19, Dokter Hu Weifeng Meninggal Dunia
Baca: Total Kasus Covid-19 di Indonesia Ada 28.233, Jubir Covid-19: Belum Semua Kasus Bisa Terkonfirmasi
Tunggu hasil tes
Terkait meninggalnya tiga warga Surabaya itu, Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser menjelaskan, sampai hari ini hasil tes swab belum keluar.
Karena itu, ia belum bisa memastikan status kedua orangtua dalam satu keluarga tersebut meninggal karena terpapar Covid-19 atau tidak.
"Dari hasil rapid test, mereka negatif dan sudah dites swab. Hanya memang belum keluar hasil swabnya dan meninggal," ujar Fikser.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP"