Akan tetapi, hanya 4 dari 6 jenis virus itu yang mampu menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu Zaire, Sudan, Taï Forest, dan Bundibugyo.
Sedangkan, virus Reston diketahui menyebabkan penyakit pada primata dan babi.
Virus bombali teridentifikasi pada kelelawar belum diketahui apakah menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan.
Baca: Tak Hanya Terserang Pandemi Covid-19 dan Campak, Republik Demokratik Kongo Kini Hadapi Wabah Ebola
Cara penularan
Ebola menular lewat kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, mulai dari darah, air liur, keringat, air mata, lendir, muntahan, kotoran, ASI, air seni, dan air mani.
Bukan hanya itu saja, ketika ada orang menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi cairan mengandung virus ebola, dia pun berpotensi terinfeksi..
Cara virus ebola masuk ke dalam tubuh bisa melalui kulit yang terluka.
Apabila terkena bagian mulut, hidung, dan mata yang di sana terdapat membran mukosa.
Hubungan seksual dengan penderita pundapat menyebabkan seseorang terjangkiti virus ini.
Tidak hanya orang terinfeksi yang berpotensi menularkan virus.
Merujuk informasi dari CDC, penderita yang telah dinyatakan sembuh dari virus ebola pun masih menyimpan risiko menularkan virus pada orang lain.
Hal ini disebabkan, karena virus ebola bisa bertahan di cairan tubuh tertentu, seperti air mani orang yang telah sembuh.
Berlandaskan informasi dari WHO, virus ebola pertama kali ditularkan kepada manusia dari hewan liar yang ada di dalam populasi.
Hewan liar yang menjadi reservoir alami atau inang virus ebola masih menjadi misteri sampai saat ini.
Akan tetapi, para peneliti menganggap kelelawar buah dan primata seperti monyet, simpanse, dan kera menjadi asal virus ebola sebelum ditularkan oleh manusia ke manusia.
Masa inkubasi dan gejala
Masa inkubasi virus ebola dalam tubuh inangnya berkisar antara 2-21 hari.
Akan tetapi, penderita tidak akan bisa menularkan virus kepada orang lain, apabila dalam dirinya belum muncul gejala.
Gejala dalam keterangan diatas seperti demam, pusing, sakit otot, sakit kepala, dan radang tenggorokan yang terjadi secara tiba-tiba.
Gejala lainnya mungkin akan timbul yaitu muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati, dan pendarahan (seperti dari gusi, tinja, dan sebagainya).