Donald Trump Akhiri Hubungan dengan WHO setelah Klaim Organisasi PBB Itu Jadi 'Boneka China'

Trump akhiri hubungan dengan WHO karena menganggap telah bersekongkol dengan China soal Covid-19


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-berbicara-tentang-covid-19.jpg
SAUL LOEB / AFP
ILUSTRASI - Presiden AS Donald Trump berbicara tentang COVID-19, yang dikenal sebagai coronavirus, setelah menandatangani Proklamasi untuk menghormati Hari Perawat Nasional di Kantor Oval Gedung Putih di Washington, DC, 6 Mei 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan mengakhiri hubungan alias keluar dari WHO.

Trump mengambil keputusan ini lantaran menuduh WHO telah bersekongkol dengan China di balik pandemi Covid-19.

Presiden menuduh China menekan WHO untuk "menyesatkan dunia" tentang virus corona, tanpa memberikan bukti atas tuduhannya, seperti diberitakan BBC, Sabtu (30/5/2020).

Kronologi

Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, COVID-19, di Taman Mawar Gedung Putih pada 15 April 2020, di Washington, DC.
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, COVID-19, di Taman Mawar Gedung Putih pada 15 April 2020, di Washington, DC. (Mandel NGAN / AFP)

Kritik Trump terhadap penanganan pandemi WHO dimulai bulan lalu ketika ia mengancam akan menarik dana AS secara permanen.

Ia menganggap badan kesehatan PBB telah gagal dalam tugas dasarnya.

"Jelas salah langkah berulang oleh Anda dan organisasi Anda dalam merespons pandemi ini (jadi) sangat mahal bagi dunia," tulisnya dalam sepucuk surat kepada kepala WHO pada 18 Mei.

Dia kemudian menyebut WHO "boneka China".

China menuduh AS bertanggung jawab atas penyebaran virus di negaranya sendiri, menghubungkan wabah ini dengan "politisi yang berbohong" Amerika.

Awal bulan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian mengatakan Trump berusaha menyesatkan publik, mencoreng nama China dan "mengalihkan kesalahan atas tanggapan tidak kompeten (AS) sendiri".

Negara-negara anggota WHO sejak saat itu sepakat untuk mengadakan penyelidikan independen terhadap respons global terhadap pandemi ini.

Apa reaksi yang terjadi terhadap keputusan Trump?

Ada banyak kekhawatiran di antara para pakar kesehatan dan politisi.

Banyak di antaranya takut keputusan Trump akan menghalangi upaya global untuk mengendalikan pandemi.

Pada hari Sabtu, Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama dari Presiden Komisi Ursula von der Leyen dan kepala urusan luar negeri Josep Borrell, yang mendesak AS untuk berpikir lagi.

Uni Eropa menekankan pentingnya dukungan dan partisipasi semua pihak dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Kami mendesak AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang diumumkannya," tambah pernyataan itu.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn juga mengkritik langkah itu, dengan mengatakan itu sama dengan "reaksi mengecewakan bagi kesehatan internasional".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai pandemi virus corona adalah 'serangan' terburuk yang pernah terjadi di AS.

Menurut Trump, pandemi ini lebih buruk dari serangan 11 September.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved