Merasa Dipermainkan oleh Pihak Twitter, Donald Trump Ancam Tutup Keberadaan Platform Sosial Media

Cuitan diberi tanda "tidak berdasar", Donald Trump marah kepada Twitter dan bahkan mengancam akan meregulasi hingga menutup platform sosial media.


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump.jpg
Mandel NGAN / AFP
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.


Berpotensi menyesatkan

Dalam sebuah pernyataan, Twitter mengatakan bahwa cuitan Trump tentang pemungutan suara melalui surat “berisi informasi yang berpotensi menyesatkan tentang proses pemungutan suara dan telah diberi label serta ada konteks tambahan seputar surat suara yang dikirim lewat pos.”

Trump sebelumnya tidak pernah mendapatkan sanksi dari Twitter terkait akunnya.

“Dia secara keliru mengklaim bahwa surat suara yang dikirim lewat pos akan menyebabkan 'pemilihan yang curang',” kata pemberitahuan Twitter.

Ilustrasi trending topic di Twitter.
Ilustrasi trending topic di Twitter. (NBC News)

“Namun, pemeriksaan fakta mengatakan bahwa tidak ada bukti surat suara yang masuk lewat pos terkait dengan kecurangan pemilih.”

Pencoblosan “melalui surat” diusulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC).

Metode ini dinilai membuka peluang bagi warga AS untuk berpartisipasi secara aman, dan ikut menaati aturan pembatasan jarak sosial

Twitter mengonfirmasi ini adalah pertama kalinya mereka menandai salah satu tweet Trump di bawah kebijakan baru yang dirancang untuk membidik informasi berbahaya dan menyesatkan.

Kebijakan baru ini diperkenalkan pada awal bulan Mei, mulanya ditujukan untuk menanggapi cuitan-cuitan yang tidak dapat diandalkan kebenarannya terkait penyebaran virus corona SARS-CoV-2.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Presiden AS Donald Trump Ancam Tutup Perusahaan Media Sosial





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved