Presiden Filipina: Lebih Baik Siswa Tidak Naik Kelas, daripada Kembali Sekolah Tanpa Vaksin Covid-19

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan tidak akan membuka sekolah-sekolah di negaranya hingga vaksin Covid-19 benar-benar ditemukan.


zoom-inlihat foto
presiden-filipina-rodrigo-duterte-242020.jpg
AFP PHOTO
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan tidak akan mengizinkan sekolah dibuka bila vaksin Covid-19 belum ditemukan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa negara mulai melonggarkan aktivitas masyarakatnya ditengah situasi pandemi virus Corona.

Negara seperti Vietnam, Australia atau Thailand perlahan mulai membuka kembali sendi-sendi aktivitas masyarakat seperti pertokoan, mall, perkantoran hingga sekolah.

Indonesia sendiri tengah bersiap menuju situasi "The New Normal", yang oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai akan dilakukan bertahap sejak awal Juni ini.

Padahal, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah dan banyak pakar kesehatan mengingatkan untuk tidak gegabah dan terburu-buru melonggarkan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan bersekolah.

Indonesia sendiri belum menentukan jadwal pasti kapan siswa-siswi akan kembali masuk sekolah seperti biasanya.

Meski beredar rumor bahwa pada bulan Juli, siswa sudah diminta kembali untuk hadir di kegaiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah. Namun, menurut Mendikbud Nadiem Makarim, keputusan kapan siswa bisa kembali ke sekolah masih menunggu pertimbangan dari Gugus Tugas Covid-19.

Berbeda dengan Indonesia yang sudah ancang-ancang dengan "The New Normal" dan menggodok kapan siswa bisa bersekolah kembali, Filipina tegas tidak akan mengizinkan sekolah kembali dibuka sebelum vaksin virus Corona ditemukan.

Anak-anak awalnya diperkirakan akan kembali bersekolah pada akhir Agustus, setelah 25 juta murid SD dan SMP harus dirumahkan sejak Maret.

Baca: Sekolah Dibuka Lagi Bulan Juli, Mendikbud: Kami Tidak Pernah Mengeluarkan Kepastian, Itu Tidak Benar

Baca: Belum Lama Diperingatkan Duterte, Pria di Filipina Dikabarkan Ditembak Mati, Remehkan Aturan Corona

Baca: Kemendikbud Berencana Buka Sekolah, Bakal Ada Sederet Aturan Ini untuk Cegah Penularan Covid-19

Namun dalam pernyataan yang ditayangkan pada Senin malam (25/5/2020), Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan wacana membuka kembali sekolah sangatlah berisiko.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China (SOUTH CHINA MORNING POST)

"Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman (sekolah kembali dibuka), maka percuma saja mendiskusikan membuka kembali pendidikan," jelasnya dilansir AFP Selasa (26/5/2020).

"Bagi saya, vaksin virus corona adalah yang utama."

"Jika (vaksin) itu ada, maka semuanya akan baik-baik saja," jelas sang presiden.

Presiden dengan julukan The Punisher itu menambahkan, dia tidak masalah jika karena keputusannya ini, semua murid tidak naik kelas.

Meski peneliti dari seluruh dunia mulai melancarkan penelitian, belum diketahui kapan vaksin yang efektif bakal ditemukan.

Sekolah awalnya dibuka pada Juni dan berakhir April.

Tapi, pemerintah setempat memutuskan untuk menunda tahun ajaran baru. Sebab selain kasus infeksi Covid-19 yang meningkat, kebijakan menerapkan lockdown membuat sebagian besar kegiatan publik terhenti.

Baca: Tak Perpanjang PSBB, Makassar Bakal Buka Mall dan Sekolah hingga Bolehkan Gelar Resepsi

Baca: Tanpa Ampun, Presiden Filipina Perintahkan Militer Tembak Mati Perusuh Lockdown Virus Corona

Baca: Berikut Klarifikasi Lion Air Group Terkait Jatuh dan Terbakarnya Pesawat di Filipina

Untuk mengurangi kepadatan di kelas, otoritas pendidikan mengumumkan bakal kombinasi pembelajaran, termasuk kelas daring, pada tahun ajaran mendatang. Namun, kebijakan ini jelas menjadi tantangan.

Sebab, masih ada jutaan warga miskin di Filipina, yang tentu tak punya akses internet.

Wabah Covid-19 ini membuat jutaan anak di seluruh dunia terpaksa belajar dari rumah.

Namun, beberapa negara seperti Perancis dan Korea Selatan sudah mulai membuka kelas. Lebih lanjut hingga Senin, Filipina mencatatkan 14.300 infeksi virus corona dengan 873 di antaranya meninggal dunia.

Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Proses belajar mengajar kembali berlangsung setelah sebelumnya sempat akan diliburkan selama 14 hari terkait lokasi observasi WNI dari Wuhan, China yang berada di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)




ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved