TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia tak hanya menerjang kehidupan masyarakat.
Akan tetapi juga berdampak pada industri perfilman Indonesia.
Pemerintah kini tengah menyiapkan berbagai kebijakan terkait masa new normal.
Jika nantinya bioskop akan dibuka pada masa new normal, banyak faktor yang harus diperhatikan.
Noorca Massardi, pengamat film dan anggta Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bioskop harus memiliki standar kesehatan yang ketat.
Selain itu juga menerapkan jaga jarak dengan pengaturan teknis kursi penonton.
"Meski sulit sekali mendapatkan penonton di angka satu juta di masa Covid-19 dibanding menjaring penonton di masa normal," kata Noorca Massardi, Senin (25/5/2020).
Hal itu dikatakan Noorca Massardi dalam Halal Bil Halal Webinar Online gagasan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud RI bersama Demi Film Indonesia bertajuk Film Nasional Whats Next?
Baca: Jika Bioskop Dibuka Kembali, Produser Film Firman Bintang: Ada Nggak yang Mau Filmnya Jadi Tumbal?
Baca: Drama The World of the Married Hampir Tamat, Masih Ada 6 Drakor Ini yang Tayang di TV Indonesia
Hal serupa dituturkan pula oleh produser film dan mantan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang.
Firman Bintang menilai harus memperhitungkan berbagai faktor jika bioskop buka kembali di masa new normal.
Akan tetapi Firman Bintang ragu ada produser dan film Indonesia yang mau film garapannya jadi ‘tumbal’ saat diputar di bioskop dalam masa new normal itu.
Sebab menurut dia, sekalipun bioskop sudah dibuka kembali dan memutarkan film, belum tentu banyak orang yang datang seperti sedia kala.
Baca: Masih Pandemi Virus Corona, Bioskop di Amerika Serikat Mulai Kembali Dibuka di Sekitar 200 Lokasi
Baca: Kangen Bioskop? Di Jakarta Segera Hadir Drive In Cinema, Nonton Bioskop Bisa dari Mobil
"Ada nggak yang mau filmnya jadi tumbal.
Kalaupun bioskop di buka, tidak seketika itu juga penonton datang," kata Firman Bintang, dalam acara yang sama, Senin.
Meski demikian, lanjut Firman Bintang, jika benar-benar mencintai film Indonesia, jalan satu-satunya harus memberikan layar bioskop sebanyak mungkin ke film Indonesia.
Yang paling utama, menurut Firman Bintang, industri perfilman tidak boleh mati.
Walau demikian, di masa pandemi Covid-19, keselamatan manusia tetap nomor satu.
"Industri perfilman tidak boleh mati walau di masa pandemi Covid-19 dan keselamatan kemanusiaan adalah tetap nomor satu," kata Firman Bintang.
Baca: Kemendikbud Berencana Buka Sekolah, Bakal Ada Sederet Aturan Ini untuk Cegah Penularan Covid-19
Baca: Ditegur karena Tak Pakai Masker, Oknum Polisi Malah Marah-marah, Kapolda Minta Maaf
Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Kemendikbud RI, mengungkapkan, sejak akhir Januari 2020, direktoratnya dilantik menggantikan Pusbang Film Kemendikbud RI.
Sampai saat ini direktorat yang dipimpin Ahmad Mahedra belum bisa berbuat banyak akibat pandemi Covid-19.