LSF Sebut Bioskop Harus Ikuti Standar Kesehatan Jika Dibuka saat Masa New Normal

Bioskop harus memiliki standar kesehatan yang ketat dan menerapkan jaga jarak dengan pengaturan teknis kursi penonton.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bioskop.jpg
Kompas Tekno
Ilustrasi bioskop.


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia tak hanya menerjang kehidupan masyarakat.

Akan tetapi juga berdampak pada industri perfilman Indonesia.

Pemerintah kini tengah menyiapkan berbagai kebijakan terkait masa new normal.

Jika nantinya bioskop akan dibuka pada masa new normal, banyak faktor yang harus diperhatikan.

Noorca Massardi, pengamat film dan anggta Lembaga Sensor Film (LSF) menyatakan bioskop harus memiliki standar kesehatan yang ketat.

Selain itu juga menerapkan jaga jarak dengan pengaturan teknis kursi penonton.

"Meski sulit sekali mendapatkan penonton di angka satu juta di masa Covid-19 dibanding menjaring penonton di masa normal," kata Noorca Massardi, Senin (25/5/2020).

Hal itu dikatakan Noorca Massardi dalam Halal Bil Halal Webinar Online gagasan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbud RI bersama Demi Film Indonesia bertajuk Film Nasional Whats Next?

Baca: Jika Bioskop Dibuka Kembali, Produser Film Firman Bintang: Ada Nggak yang Mau Filmnya Jadi Tumbal?

Baca: Drama The World of the Married Hampir Tamat, Masih Ada 6 Drakor Ini yang Tayang di TV Indonesia

CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor resmi dibuka, Kamis (23/1/2020). Dengan tujuh auditorium plus konsep Warung Mie dan Warung Kopi, CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor ini merupakan bioskop CGV pertama di Bogor.
CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor resmi dibuka, Kamis (23/1/2020). Dengan tujuh auditorium plus konsep Warung Mie dan Warung Kopi, CGV Cinemas di Vivo Sentul Bogor ini merupakan bioskop CGV pertama di Bogor. (Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

Hal serupa dituturkan pula oleh produser film dan mantan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang.

Firman Bintang menilai harus memperhitungkan berbagai faktor jika bioskop buka kembali di masa new normal.

Akan tetapi Firman Bintang ragu ada produser dan film Indonesia yang mau film garapannya jadi ‘tumbal’ saat diputar di bioskop dalam masa new normal itu.

Sebab menurut dia, sekalipun bioskop sudah dibuka kembali dan memutarkan film, belum tentu banyak orang yang datang seperti sedia kala.

Baca: Masih Pandemi Virus Corona, Bioskop di Amerika Serikat Mulai Kembali Dibuka di Sekitar 200 Lokasi

Baca: Kangen Bioskop? Di Jakarta Segera Hadir Drive In Cinema, Nonton Bioskop Bisa dari Mobil

Produser film dan mantan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang bersama aktris gaek Christine Hakim. Menurut Firman Bintang, industri film Indonesia belum akan sepenuhnya pulih meski ada masa new normal.
Produser film dan mantan Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Firman Bintang bersama aktris gaek Christine Hakim. Menurut Firman Bintang, industri film Indonesia belum akan sepenuhnya pulih meski ada masa new normal. (Wartakota/Nur Ichsan)

"Ada nggak yang mau filmnya jadi tumbal.

Kalaupun bioskop di buka, tidak seketika itu juga penonton datang," kata Firman Bintang, dalam acara yang sama, Senin.

Meski demikian, lanjut Firman Bintang, jika benar-benar mencintai film Indonesia, jalan satu-satunya harus memberikan layar bioskop sebanyak mungkin ke film Indonesia.

Yang paling utama, menurut Firman Bintang, industri perfilman tidak boleh mati.

Walau demikian, di masa pandemi Covid-19, keselamatan manusia tetap nomor satu.

"Industri perfilman tidak boleh mati walau di masa pandemi Covid-19 dan keselamatan kemanusiaan adalah tetap nomor satu," kata Firman Bintang.

Baca: Kemendikbud Berencana Buka Sekolah, Bakal Ada Sederet Aturan Ini untuk Cegah Penularan Covid-19

Baca: Ditegur karena Tak Pakai Masker, Oknum Polisi Malah Marah-marah, Kapolda Minta Maaf

Ada 68 bioskop yang dikelola jaringan bioskop CGV Cinemas di seluruh Indonesia. Selasa (7/4/2020), CGV mengumumkan perpanjangan waktu penutupan sementara jaringan bioskopnya di seluruh Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona sekaligus mematuhi instruksi pemerintah pusat yang ditindaklanjuti dengan beragam surat edaran kepala daerah untuk mencegah penyebaran virus corona.
Ada 68 bioskop yang dikelola jaringan bioskop CGV Cinemas di seluruh Indonesia. Selasa (7/4/2020), CGV mengumumkan perpanjangan waktu penutupan sementara jaringan bioskopnya di seluruh Indonesia hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran virus corona sekaligus mematuhi instruksi pemerintah pusat yang ditindaklanjuti dengan beragam surat edaran kepala daerah untuk mencegah penyebaran virus corona. (Dokumentasi CGV Cinemas)

Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru, Kemendikbud RI, mengungkapkan, sejak akhir Januari 2020, direktoratnya dilantik menggantikan Pusbang Film Kemendikbud RI.

Sampai saat ini direktorat yang dipimpin Ahmad Mahedra belum bisa berbuat banyak akibat pandemi Covid-19.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved