5 Kelemahan Virus Corona yang Perlu Diketahui Guna Mencegah Penularan, Bukan Cuma Musnah Kena Sabun

Meskipun virus ini menyebar dengan cepat, virus corona pun masih punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk memutus rantai penularan.


zoom-inlihat foto
coronavirus-2.jpg
ABC
Sebuah karya seni komputer dari coronavirus, dinamai sesuai dengan corona, atau mahkota, protein permukaan (titik-titik luar) yang digunakan untuk menembus sel inang.(ABC)


Meskipun virus ini menyebar dengan cepat, virus corona pun masih punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk memutus rantai penularan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kian hari angka pasien yang terpapar virus corona di indonesia makin meningkat.

Hal ini membuat banyak orang makin khawatir dengan keselamatan diri dan keluarganya.

Rasa khawatir memang penting untuk meningkatkan kewaspadaan.

Akan tetapi, jika berlebihan, perasaan itu malah akan menambah beban pikiran dan berujung pada penurunan daya tahan tubuh.

Supaya tidak terlalu khawatir, maka perlu diketahui jika virus corona ini punya kelemahan.

Kelemahan ini dapat dimanfaatkan untuk mencegah penularan.

Jadi risiko tertular juga bisa lebih rendah.

Sampai saat ini,para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan, sudah menyusun cara mencegah penularan Covid-19 melalui kelamahan-kelemahan tersebut.

Baca: Waspada Perlengkapan Kosmetik Bisa Jadi Sarang Virus Corona, Berikut Cara Mencegahnya !

Baca: Kasus Positif Covid-19 di Arab Saudi Jadi 2.235 Orang, Putra Mahkota Yakin Corona Segera Berakhir

Lantas apa yang menjadi kelemahan virus corona?

Satu hal yang membuat banyak orang khawatir soal Covid-19 yakni karena belum adanya obat ataupun vaksin yang memang dikhususkan untuk mengatasi dan mencegah penyakit ini.

Oleh sebab itulah, langkah terbaik yang dapat diterapkan guna melindungi diri yakni dengan melakukan pencegahan semaksimal mungkin.

Sebagai catatan, walaupun virus ini menyebar dengan cepat, virus corona pun masih punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk memutus rantai penularan.

Berikut adalah beberapa kelemahan virus corona yang perlu diketahui:

1. Mudah hilang dengan pelarut lemak

Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun.
Ilustrasi mencuci tangan dengan sabun. (medicalnewstoday.com)

Apa itu pelarut lemak? Ya betul, pelarut lemak adalah sabun yang sehari-hari kita gunakan.

Virus corona, bisa hancur dan mati jika terkena sabun.

Itulah sebabnya, dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan air dan sabun untuk mencegah tertular Covid-19.

Kemudian, mengapa sabun efektif untuk membunuh virus corona?

Jawabannya yakni ada pada susunan virus itu sendiri.

Virus corona pada intinya terdiri dari tiga bagian, yakni:

  • DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus
  • Protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri
  • Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya

Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu dengan yang lain.

Jadi, ketika lapisan lemak hancur karena sabun, maka virus itu akan ikut hancur dan mati.

Oleh sebba itu,, imbauan untuk mencuci tangan merupakan langkah yang valid dan sangat efektif untuk mencegah penularan Covid-19.

Jika rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka kemungkinan virus berpindah dari tangan dan masuk ke dalam tubuh akan berkurang drastis.

2. Bisa dikalahkan oleh antibodi

Betsalel Fdida yang merupakan pacar Nikita Mirzani hobi olahraga.
Ilustrasi Kebugaran Tubuh (Instagram/betsalelf)

Pasienyang terpapar virus corona dapat terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, mulai dari yang ringan hingga parah.

Pada pasien Covid-19 yang mempunyai gejala ringan, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuhnya baik.

Satu penelitian yang dilakukan di Australia mengamini jika salah satu kelemahan virus corona yakni dalam menghadapi antibodi yang sehat.

Penelitian ini melihat secara teratur kadar antibodi yang dihasilkan oleh seorang pasien Covid-19 berusia 47 tahun dengan gejala ringan hingga sedang.

Pasien tersebut tidak mempunyai penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes.

Kondisi tubuhnya secara keseluruhan sehat dan hanya ada satu infeksi yang sedang terjadi, yakni Covid-19.

Pada hari ke 7-9 sejak gejala Covid-19 pertama kali muncul pada pasien tersebut, sejumlah antibodi mulai terbentuk di tubuh.

Hal ini sebagai bukti,  tubuh tengah mengeluarkan berbagai senjatanya untuk berusaha melawan virus corona.

Beberapa hari setelah antibodi terbentuk, tubuh pasien itu mulai membaik.

Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi guna melihat pola “peperangan” antara virus corona dan antibodi.

Akan tetapi, penelitian di atas dapat dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

3. Bisa dibunuh dengan disinfektan

Ilustrasi disinfektan dalam botol spray
Ilustrasi disinfektan dalam botol spray (pixabay.com)

Virus corona mempunyai banyak macam.

Dari virus corona yang menyebabkan SARS, MERS, sampai sekarang ini, yaitu jenis yang baru ditemukan, mengakibatkan Covid-19.

Masing-masingnya memang mempunyai perbedaan dan masih butuh lebih banyak penelitian.

Akan tetapi sejauh ini, diketahui secara umum karakter keluarga coronavirus cukup mirip, yakni dianggap lemah jika harus berhadapan dengan bahan disinfektan.

Menurut hasil penelitian, virus corona penyebab SARS dan MERS bisa bertahan di permukaan benda seperti metal, kaca, atau plastik sampai beberapa hari.

Meski sejauh ini belum ada penelitian mengenai ketahanan virus penyebab Covid-19 di permukaan, namun diduga hasilnya tidak jauh berbeda dari sepupu sesama coronavirus lainnya.

Kabar baiknya, virus tersebut dianggap bisa nonaktif dengan bahan disinfektan seperti alkohol dengan kadar 60-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit 0,1% dalam waktu 1 menit.

Maka, rajin-rajin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh layaknya telepon genggam, gagang pintu, dan meja kerja menggunkaan bahan disinfektan.

4. Melemah di suhu panas

Ilustrasi cuaca panas
Ilustrasi cuaca panas (Pixabay)

Sejauh ini belum ada penelitian yang menyebut bahwa virus penyebab Covid-19 lemah terhadap panas. Namun, coronavirus penyebab penyakit SARS, terbukti bisa melemah pada suhu panas.

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C.

Baca juga: Mungkinkah Wabah Covid-19 Reda di Cuaca Hangat?

5. Tidak bisa bertahan lama dipermukaan

Virus corona memang bisa bertahan beberapa hari di permukaan.

Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, virus corona tidak lagi cukup kuat untuk dapat menimbulkan infeksi.

Jadi, baik WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang pengiriman paket antar negara sebab risiko penularan lewat media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

Kelemahan virus corona patut diketahui supaya masyarakat memahami cara mencegah penularan Covid-19 dan bukan untuk meremehkan virus ini.

Selalu waspada dan lakukan pencegahan di berbagai tempat dan waktu, supaya risiko terpapar juga rendah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.co dengan judul, "5 Kelemahan Virus Corona yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cegah Penularan"











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved