TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bayar utang puasa Ramadan atau laksanakan Puasa Syawal, manakah yang harus didahulukan atau diutamakan?
Pertanyaan tersebut kerap dilontarkan para kaum hawa yang memiliki jadwal 'libur' ketika puasa Ramadan.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, puasa Ramadan hukumnya wajib dan harus diganti apabila kita tidak melaksanakannya.
Orang-orang yang mendapatkan keringanan istimewa dan bisa 'libur' puasa Ramadan diantaranya mereka yang sakit, sedang hamil atau menyusui dan lansia.
Termasuk perempuan yang menstruasi.
Baca: Sudah Bisa Dilakukan, Ini Niat Puasa Syawal Lengkap dengan Keutamaannya
Baca: Puasa Syawal
Penggantian puasa Ramadan tersebut bisa dilakukan dengan melaksanakan puasa di lain hari maupun membayar fidyah.
Disisi lain, pada bulan Syawal, umat muslim disunahkan untuk melaksanakan Puasa Syawal.
Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal namun memiliki keutamaan mendapatkan pahala setara dengan berpuasa satu tahun penuh.
Lalu, mana yang harus didahulukan antara mengganti utang puasa Ramadan atau Puasa Syawal?
Jawaban dari Ustaz Abdul Somad
Dikutip dari TribunWow.com, berikut jawaban dan penjelasannya dari Ustaz Abdul Somad (UAS).
Melalui tayangan YouTube TAMAN SURGA NET yang diunggah Kamis, (14/6/2018) Ustaz Abdul Somad menjawab pertanyaan dari pemirsa, yaitu:
"Mana yang dikerjakan terlebih dahulu antara qadha (bayar utang) puasa atau puasa syawal?"
Mendapat pertanyaan tersebut, Ustaz Abdul Somad menjawab bahwa yang diutamakan terlebih dahulu adalah membayar utang puasa.
"Ibu-ibu yang punya utang puasa 7 hari, maka harus dibayar dahulu baru puasa syawal 6 hari," ujar Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad juga menjelaskan seseorang bisa mengganti puasa di bulan Syawal apabila orang tersebut tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah.
"Ibu-ibu kalau tidak kuat mengganti utang puasa dan puasa sunnah Syawal maka cukup mengganti puasa di bulan Syawal,maka ibu puasa qadha di bulan Syawal," jawab Ustaz Abdul Somad.
"Maka otomatis pahalanya seperti puasa sunnah Syawal, niatnya cuma satu, niatnya satu, saya niat puasa qadha besok hari lillahi ta'ala," lanjutnya.
Berlaku juga untuk para laki-laki
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Somad mengatakan jika mengganti utang puasa di hari Senin, maka puasanya mendapat 3 pahal sekaligus.