Kritik Ekonom INDEF: 'Jika Saya Presiden, Kemenko Marves Pimpinan Luhut Pandjaitan Dibubarkan Saja'

Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira menyebutkan posisi Kemenko Marves dibawah Luhut Binsar Pandjaitan tidak lah efektif untuk persoalan bidang ekonomi.


zoom-inlihat foto
luhut0011.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Sesuai rencana, Presiden Joko Widodo memperkenalkan jajaran kabinet barunya kepada publik mulai Senin (21/10/2019), usai Jokowi dilantik pada Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan periode 2019-2024 bersama Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Bahkan, ia turut menantang stafsus Jokowi yang lain untuk berdebat soal Kartu Prakerja.

"Saya udah WA, saya udah bilang ke teman-teman stafsus lainnya, kalau Belva enggak bisa dibantuin lah 7 lawan 1," ujar Bhima.

Program Pra Kerja dari Pemerintah.
Program Pra Kerja dari Pemerintah. (Surya/Tribun)

"Bercandanya begitu ya, tapi enggak dijawab juga. "

Pernyataan Bhima itu pun lantas ditanggapi candaan Refly Harun.

Ia mengatakan, ajakan debat Bhima itu menjadi tantangan bagi Jokowi yang merekrut stafsus milenial.

Tak hanya itu, Refly juga menyebut Jokowi begitu membanggakan ketujuh stafsus milenial itu sejak awal pelantikan.

"Wah ini tantangan Presiden Jokowi ya, membangga-banggakan 7 staf khusus," ucap Refly.

"Ini ada 1 anak muda yang berani dikeroyok 7 orang, kayak pendekar silat ya zaman silat dulu ya."

"Biasanya 7 pendekar itu yang nantangin, tapi ini satu berani nantang yang 7," tandasnya.

(Tribunnewswiki.com/Ris)





Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved