TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perayaan pada masa pandemi Covid-19 menyisakan kisah lain yang dialami oleh seorang narapidana Nusakambangan.
Pasalnya, baik ada pandemi maupun tidak, narapidana ini tetap merayakan lebaran di balik jeruji besi lantaran dirinya merupakan terpidana seumur hidup.
Deni Setia Maharwan ditangkap di Bandara Soetta saat akan terbang ke London, Inggris, pada12 Januari 2000 lalu.
Dia bersama dua pelaku lain bernama Ola dan Rani terbukti akan mengirimkan heroin seberat 3,5 kilogram ke negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Atas tindakannya tersebut, ketiga pelaku divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang.
Baca: Gara-gara sang Istri Posting Rezim Jokowi Tumbang, Seorang Personel TNI AD Terancam Penjara 14 Hari
Baca: Penyebab Habib Bahar bin Smith Kembali Masuk Penjara, Dianggap Menyinggung Penguasa?
Baca: Baru Tiga Hari Bebas, Bahar bin Smith Kembali Dijebloskan ke Penjara, Ini Penyebabnya
Namun, pada 2012 Deni mendapat grasi dari Presiden SBY, Ola juga mendapat hal yang sama setahun sebelumnya, tapi Rani tidak lolos dari jeratan hukuman mati.
Ia dieksekusi pada 2015 lalu.
Setelah mendapat grasi, vonis Deni menjadi seumur hidup.
Pada tahun uni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kembangkuning Nusakambangan itu sudah ke-21 kali merayakan lebaran di balik jeruji besi.
"Saya Deni Setia Maharwan, saya terpidana seumur hidup.
Lebaran kali ini adalah lebaran ke-21 saya di balik jeruji penjara," kata Deni dalam video singkat yang diperoleh Tribunbanyumas.com, Sabtu, (23/5/2020).
Dalam video itu Deni mengatakan telah banyak hikmah yang ia dapat selama menjalani pidana.
Baca: Motif Hanya Iseng dan Bercanda, Pelaku Bully Bocah Penjual Jalangkote Terancam 3 Tahun Penjara
Baca: Demi Bebas, Narapidana di Penjara AS Sengaja Infeksi Diri Mereka Sendiri dengan Covid-19
Baca: Terjerat Kasus TPPU, Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara dan Denda 1 M
Satu di antaranya kepedulian dan ketulusan hati pengelola lapas.
"Dan di 21 tahun ini di penjara, seakan saya menemukan keluarga," ucap Deni menambahkan.
Menurut Deni, selama menghuni di penjara, ia menyibukkan diri dengan mengurus masjid lapas dan pesantren lapas.
Hal itu dibenarkan Kalapas Kembangkuning Nusamkambangan Unggul Widiyo Saputro.
"Setiap orang memiliki kenangan dengan Hari Raya Idulfitri.
Begitu juga dengan WBP," ujarnya.
Unggul menyatakan aktivitas Deni selama di lapas aktif di kegiatan keagamaan.
Bahkan dia yang menjadi pengurus beberapa kegiatan keagamaan di lapas.
Baca: Ramadan di Tengah Corona, 2 Jasa Travel Gelap yang Bawa Pemudik Tertangkap, Kini Terancam Dipenjara
Baca: Terjerat Kasus TPPU, Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara dan Denda 1 M
Baca: Pelawak Terkenal Palsukan Ijazah Demi Jadi Dosen dan Dipenjara, Kini Mau Jadi Calon Wakil Walikota
"Ya benar-benar pemuka masjid," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu, (23/5/2020).
Pada lebaran kali ini, kata Unggul, pihaknya memberi bingkisan kepada WBP, termasuk juga kepada Deni.
Tidak hanya itu, WBP juga dimasakkan menu opor ketupat sebagai pengobat rindu dengan keluarga.
-
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar/TribunJateng)