Imang melihat, informasi jumlah jenazah Covid-19 yang melonjak dianggap sebagai angin lalu saja.
Masyarakat yang melanggar mungkin harus terpapar dulu baru sadar.
"Padahal di media diumumkan kalau yang positif terpapar virus Covid-19 melonjak. Masyarakat seolah buta dan tuli."
"Atau haruskah terpapar dahulu baru kemudian kesadaran itu muncul. Haruskah lebih dahulu tertular baru kemudian menyesal. Saya cuma bisa ngenez aja," lanjutnya.
Ia berharap masyarakat dapat sadar dan peduli serta mematuhi aturan dari pemerintah.
Agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Harapannya agar semua pihak masyarakat lebih sadar diri untuk peduli akan pentingnya upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19.
Sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Mari kita sayangi nyawa kita. Nyawa anak istri kita, keluarga, tetangga dan sekitar kita," ujarnya.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria) (Kompas.com/Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain)
Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul Peringatkan Warga yang Padati Pusat Perbelanjaan, 5 Peti Jenazah Corona Diarak Keliling Kota