Pakar Epidemiologi UI Akui Sulit Minta Masyarakat Diam di Rumah, Biarkan Latihan 'New Normal'

Pakar Epidemiologi UI Tri Yunis Miko Wahyono akui sulit jika meminta masyarakat diam di rumah saat lebaran, maka anggap saja latihan new normal.


zoom-inlihat foto
sarung-lebaran.jpg
www.ngaji.web.id
Ilustrasi lebaran


Di antara kasus itu, hanya sepuluh persen yang mengalami kritis dan 26 orang telah dirawat di rumah sakit.

Provinsi-provinsi di timur laut telah memerintahkan penerapan penguncian, menghentikan layanan kereta api, menutup sekolah-sekolah, dan menyegel tempat tinggal.

"Orang tidak boleh berasumsi bahwa puncak pandemi telah lewat atau menurunkan penjaga mereka. Sangat mungkin epidemi itu akan berlangsung lama," kata Dr Wu Anhua, seorang dokter penyakit menular senior China.

Baca: VIRAL, Tak Terima Dibangunkan Sahur, Segerombol Pemuda di Palembang Keroyok Remaja Masjid

Baca: Berikut Syarat Khusus Naik Kereta selama PSBB Berlangsung agar Tidak Ditolak oleh Petugas

(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, Restu, TribunWow.com/Mariah Gipty, Kompas.com/Ahmad Naufal Dzulfaroh)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Baru di China Menunjukkan Tanda Virus Corona Bisa Berubah" dan di Tribunwow.com dengan judul Corona Melonjak, Pakar UI Bolehkan Berlebaran dengan Syarat: Sambil Latihan 'The New Normal'





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved