VIRAL Pria Berhazmat Sindir Warga yang Belanja Baju di Mal: Ayo Keluar Rumah Semua, Kami Capek!

Henry Sulfianto lakukan aksi tunggal di kawasan Bangil, Pasuruan untuk menyindir warga yang berkerumun dan berbelanja baju lebaran saat pandemi corona


zoom-inlihat foto
aksi-tunggal-bangil-pasuruan-henry-sulfiato-equador.jpg
Surya.co.id/Galih Lintartika
Henry Sulfianto, pria yang melakukan aksi tunggal untuk merespons ramainya mall atau pusat perbelanjaan di tengah pandemi Covid-19, Kamis (21/5/2020) di kawasan Bangil, Pasuruan. Henry mengaku kesal dengan masyarakat yang berkerumun untuk membeli baju lebaran di mall.


Henry Sulfianto lakukan aksi tunggal di kawasan Bangil, Pasuruan untuk menyindir warga yang berkerumun dan berbelanja baju lebaran saat pandemi corona

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Geram dengan masyarakat yang berkerumun untuk membeli baju lebaran di mall, Henry Sulfianto melakukan aksi tunggal.

Pria asal Bangil, Pasuruan tersebut melakukan aksinya dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Terdiri dari hazmat, pelindung kepala, masker, sarung tangan, dan perlengakapan lainnya.

Seperti dalam video yang diunggah dalam akun Instagram @ndorobeii, Henry berada di jalanan.

Meski demikian tidak diketahui, video tersebut dilakukan sebelum atau seusai Henry melakukan aksi protes di depan sebuah pusat perbelanjaan di Bangil, Pasuruan.

Baca: Soal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak, Ustaz Yusuf Mansur: Tak Perlu Membanding-bandingkan

Baca: Viral Video Mall CBD Ciledug Diserbu Warga hingga Berdesakan saat PSBB, Ini Penjelasan Satpol PP

"Biar kami yang ada di dalam. Kami capek! Kami capek! Ayo keluar rumah semua!," teriak Henry.

"Kalau Indonesia ingin seperti Equador, ayo keluar rumah semua. Kami capek!," lanjutnya seperti dalam video yang diunggah pada Jumat, (22/5/2020).

Diketahui, dikutip dari BBC, Equador adalah satu dari negara yang kewalahan menghadapi pandemi corona atau Covid-19.

Tak hanya soal penanganan pasien yang buruk, ratusan jenazah pasien Covid-19 dikabarkan menumpuk tanpa mendapatkan pelayanan pemakaman yang layak.

Tak hanya itu banyak jenazah gelandangan yang tergeletak di pinggir jalan dan tidak diurus oleh otoritas kesehatan Equador.





Halaman
123
Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved