Klaim Cuma Digaji Rp 750 Ribu hingga Lakukan Mogok Kerja, 109 Petugas Medis di Ogan Ilir Dipecat

Sebanyak 109 tanaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dipecat setelah lakukan mogok kerja


zoom-inlihat foto
petugas-medis-rsud-ogan-ilir-dipecat.jpg
Resha AM/Sriwijaya Post
(Sebanyak 109 tanaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dipecat setelah lakukan mogok kerja) Para tenaga kesehatan honorer saat hendak pulang ke RSUD Ogan Ilir, usai mendatangi gedung DPRD Ogan Ilir menyampaikan aspirasi mereka.


Sebanyak 109 tanaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dipecat setelah lakukan mogok kerja

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sebanyak 109 tanaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dipecat.

Tindakan tersebut diambil oleh bupati dan manajemen RSUD Ogan Ilir setelah mereka melakukan mogok kerja, seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (22/5/2020).

Tenaga medis berstatus honorer itu melakukan mogok kerja sebagai aksi protes.

Buntut panjang aksi protes ini, Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam memecat setidaknya 109 tenaga medis.

Beberapa di antaranya adalah 14 dokter spesialis, delapan dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer.

Perwakilan tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) diterima anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5/2020). Mereka pun mengadukan alasan mereka mogok kerja ke DPRD. (KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG)

Baca: Viral Video Perawat Rumah Sakit Royal Surabaya Hamil 4 Bulan Meninggal Akibat Covid-19

Sebelumnya, para pekerja medis yang protes ini mengeluhkan ketersediaan APD, serta ketidakjelasan intensif dari Pemkab.

Selain itu, masalah tidak adanya rumah singgah bagi petugas penanganan Covid-19 serta gaji yang hanya Rp 750 ribu perbulan juga menjadi permasalahan," kata seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya kepada Kompas.com.

“Tenaga paramedis tidak mau melaksanakan perintah pihak rumah sakit karena tidak ada surat tugas, selain itu tidak ada kejelasan soal insentif bagi mereka."

"Mereka hanya menerima honor bulanan sebesar Rp 750 ribu, sementara mereka diminta juga menangani warga yang positif Covid-19,” 

Mendengar aksi mogok kerja ini, DPRD Ogan Ilir langsung turun tangan.





Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved