VIRAL Video Habib Umar Assegaf Berontak Ditegur Petugas karena Langgar PSBB, Teriak & Dorong Polisi

Habib Umar Assegaf Bangil mengamuk saat ditegur petugas di check point PSBB exit tol Satelit, Surabaya. Berteriak dan dorong Polisi dan Satpol PP.


zoom-inlihat foto
habib-umar-assegaf-pukul-petugas.jpg
istimewa
Viral video pria berjubah putih adu mulut dengan petugas PSBB di pos check point exit Tol Satelit Surabaya.


"Bapak kami hormati ya. Bapak dengar baik baik," ujar petugas polisi ke arah Habib Umar.

Habib Umar Assegaf Bangil
Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil terlibat betrok dengan petugas Satpol PP di exit tol Satelit Surabaya.

Bukannya menuruti permintaan petugas.

Habib Umar itu justru membalas dengan merutuki petugas.

"Saya jauh lebih baik," tukasnya.

Namun balasan itu tak membuat petugas gentar.

Petugas polisi itu justru terus berupaya memberikan pemahaman kepada si pria tersebut.

"Saya udah bilang baik-baik. Kalau yang lain itu nurut pak. Yang tidak pakai masker, mulai sana dipakai," ujar petugas polisi seraya mengarahkan tangannya ke jalan raya di belakangnya.

Mendengar pernyataan dari sang polisi, pria tersebut kemudian menjawab dengan nada bicara yang terdengar berat.

Baca: Ribuan Pelanggar PSBB di Tangerang Jalani Rapid Test, Sebanyak 21 Orang Dinyatakan Reaktif

"Penyakit itu orang yang tidak sembahyang," tukas Habib Umar itu seraya melenggang meninggalkan si petugas polisi.

Tak ingin kalah, sang polisi kembali menyodorkan argumen bantahan.

"Siapa yang tidak sembahyang. Apakah bapak sendiri yang sembahyang," jelasnya.

Di lain sisi, petugas satpol PP yang turut menghentikan mobil hitam yang diduga ditumpangi oleh pria berjubah, juga ikut andil memberikan pengertian terhadap pria berjubah tersebut.

"Bapak ini juga sudah melebihi muatan. Bapak ini saya ingatkan," ujar petugas Satpol PP dengan nada bicara melenguh payah.

Tapi Habib Umar itu malah makin berang.

Berkali-kali ia meneriakkan kata mundur memberikan intruksi pada sopir mobil warna hitam itu yang tampak masih duduk di bangku kabin kemudi.

"Mundur. Mundur," pekik parau Habib Umar.

Sang polisi sebelumnya pun kembali muncul.

Ia kembali menyampaikan pengertian kepada Habib Umar.

"Muatannya 5, tidak boleh pak. Pak ini ketentuan. Jangan marah. Jangan mentang-mentang bapak," ujarnya dengan nada meninggi.

Namun tak disangka, ternyata Habib Umar tetap berang, dengan menyebut petugas menggunakan idiom yang terbilang bermakna kasar.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved