"Xi menekankan China menentang tindakan yang mengganggu kerjasama anti-epidemi internasional dan membahayakan upaya dunia, terutama negara berkembang dalam memerangi pandemi ini," lapor kantor berita negara Xinhua.
"China bersedia untuk terus bekerjasama dengan komunitas internasional, termasuk Bangladesh, untuk mendukung peran kepemimpinan WHO, mempromosikan kerjasama pencegahan dan pengendalian bersama internasional, dan menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat global," jelas Xi.
Namun agaknya Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyebut krisis pandemi virus corona ini telah mengakhiri ilusi AS mengenai hubungan dekat dengan China
“Kami sangat meremehkan sejauh mana Beijing secara ideologis dan politis bermusuhan dengan negaranya secara bebas,” tuturnya
Pompeo, sekutu dekat Trump, menjelaskan China dipimpin oleh "rezim otoriter yang brutal."
"Tanggapan Partai Komunis Tiongkok terhadap wabah COVID-19 di Wuhan telah mempercepat pemahaman kami yang lebih realistis tentang Komunis China," ujarnya.
"Hari ini, ketika kita semua duduk di sini pagi ini, Beijing terus menolak akses penyelidikan ke fasilitas yang relevan, untuk menahan sampel virus hidup, untuk mensensor diskusi tentang pandemi di Cina dan masih banyak lagi,” tuduh Pmopeo ke China.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)