Tak Sabar Tunggu Hasil Swab, Keluarga Asal Lombok Bawa Pulang Jenazah, Ternyata Positif Covid-19

Aksi nekat dilakukan oleh keluarga asal Lombok, bawa pulang jenazah ternyata positif Covid-19


zoom-inlihat foto
penguburan-atau-kubur-pasien-virus-corona-covid-19.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi nekat dilakukan oleh keluarga asal Lombok.

Mereka membawa pulang jenazah pasien NPP (46) dari Bali menuju kampung halaman.

Diberitakan Kompas.com, pihak keluarga tak sabar menunggu hasil tes swah dari Rumah Sakit Denpasar.

"Jadi ceritanya, jenazah itu dipaksa oleh keluarganya untuk dibawa ke Lombok. Dari pihak RS Denpasar tidak bisa menahan karena pada waktu itu belum ada hasil swabnya," kata Kasubag Humas Polres Lombok Barat Iptu Ketut Sandiarsa saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Ketika jenazah tiba di Lombok, baru diketahui ternyata positif terkena virus corona.

"Hingga malam itu langsung dikremasi dengan sesuai SOP," kata Sandiarsa.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus S Wibowo menyayangkan kejadian ini.

Pihaknya akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran dan evaluasi.

Baca: Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Jumlah Kendaraan Keluar yang Tinggalkan Jakarta Alami Penurunan

ILUSTRASI Jenazah Pasien Covid-19 - Peti jenazah gratis disiapkan Lembaga Sosial Umat Budha untuk korban meninggal Covid-19.
ILUSTRASI Jenazah Pasien Covid-19 - Peti jenazah gratis disiapkan Lembaga Sosial Umat Budha untuk korban meninggal Covid-19. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Berita Serupa: Positif Covid-19 karena Nekat Buka Peti Jenazah dan Memandikannya

Sebanyak 15 warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kini positif Covid-19.

Tak hanya itu belasan lainnya dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Hal tersebut lantaran mereka melakukan kontak langsung dengan jenazah pasien Covid-19.

Di antaranya membuka peti, membuka bungkus plastik dan bahkan memandikan jenazah yang terinfeksi virus corona.

Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syaifuddin pada Kompas.com, Minggu (17/5/2020).

"Yang PDP banyak, yang positif Covid-19 ada 15," katanya usai penyerahan BLT Dana Desa di Balai Desa Brebek Sidoarjo, Minggu (17/5/2020).

Akibat kejadian tersebut, Nur Achmad Syaifuddin mengatakan telah melakukan pembatasan akses ke dusun tersebut.

Termasuk menutup sarana ibadah di lingkungan dimana infeksi virus corona tersebut mulai menyebar.

Baca: Pemkot Padang Siapkan Seribu Makam untuk Jenazah Covid-19 di Lahan Khusus

ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.
ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Diungkaplkan oleh Nur, peristiwa tersebut telah terjadi sekira dua pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, berikut kronologi kejadian penularan tersebut.

Semula terdapat warga setempat yang dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved