Siti Fadilah Supari

Siti Fadilah Supari adalah seorang dokter dan juga dosen yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dalam Bidang Kesehatan & Kesejahteraan Rakyat.


zoom-inlihat foto
siti-fadilah-supari.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siti Fadilah Supari

Siti Fadilah Supari adalah seorang dokter dan juga dosen yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dalam Bidang Kesehatan & Kesejahteraan Rakyat.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siti Fadilah Supari adalah seorang dokter ahli jantung yang juga merupakan seorang dosen.

Perempuan yang akrab disapa Siti Fadilah ini lahir di Solo pada 5 November 1950.

Pada tahun 2010, Siti menjadi bagian dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak tanggl 25 Januari.

Sebelumnya, Siti menjabat sebagai Menteri Kesehatan dalam Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada tanggal 20 Oktober 2004, Siti Fadilah dipilih oleh Presiden SBY sebagai Menteri Kesehatan karena presiden menginginkan orang yang tegas dalam memimpin Departemen Kesehatan.

Siti Fadilah akhirnya resmi dilantik menjadi Menteri pada 21 Oktober 2004.

Dia merupakan salah satu dari empat perempuan yang menjabat sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu, selain Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta.

Selain menjabat sebagai menteri, dia juga bekerja sebagai staf pengajar kardiologi di Universitas Indonesia.

Sementara, sebagai dokter, Siti adalah seorang ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita yang telah bekerja selama 25 tahun. (1)

Baca: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Baca: Sri Mulyani Indrawati S.E., M.Sc., Ph.D

  • Pendidikan


Pendidikan Formal

Siti Fadilah muda mulai menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Surakarta.

Lulus dari SMA, dia menuruti keinginan ayahnya dengan memilih Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kota yang masih dekat dengan kota kelahirannya, sehingga mudah kalau mau pulang menjenguk kedua orangtuanya.

Gelar dokter diraihnya dari UGM dengan lancar pada tahun 1976.

Kemudian ia mengarungi karier awalnya sebagai dokter umum di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.

Sambil menjalani praktik sebagai dokter profesional, ia melanjutkan kuliahnya di Program Pendidikan Spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Jakarta.

Sementara, gelar doktornya berhasil diraih oleh Siti Fadilah dari kampus yang sama pada tahun 1996. (2)

Pendidikan nonformal

Pada 1993, ia mengambil kursus Kardiologi Molekuler di Heart House Washington DC, Maryland (Amerika Serikat) dan kursus Epidemiologi di Fakultas Universitas Indonesia (1997).

Pada 1998, ia kursus Preventive Cardiology di Goteborg (Swedia) dan peneliti di Bowman Grey Comparative Medicine (Universitas Wake Forest, Amerika Serikat).

Baca: Terawan Agus Putranto

Baca: Susilo Bambang Yudhoyono

  • Karier


Siti Fadilah Supari mengawali karier sebagai staf pengajar kardiologi di Universitas Indonesia.

Setelah itu, sia mulai dikenal sebagai ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Kemunculan nama Situ Fadilah ini pun kemudian menjadi perhatian pusat.

Pada 20 Oktober 2004, dia diminta menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden SBY dan resmi dilantik pada 21 Oktober 2004.

Gagasan dan sumbangan Fadilah pada dunia kesehatan bisa ditilik dari beberapa buku yang ditulisnya.

Dia pernah menulis sebuah buku berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung pada tahun 2007.

Buku tersebut menyinggung tentang konspirasi Amerika Serikat (AS) dan organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam mengembangkan senjata biologis dengan memanfaatkan virus flu burung.

Karena karyanya tersebut, Siti Fadilah mendapat protes keras dari kedua sasaran tembaknya tersebut.

Buku ini menuai protes dari petinggi WHO dan Amerika Serikat.

Pada 1987, Siti menerima The Best Investigator Award Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Best Young Investigator Award dalam Kongres Kardiologi di Manila, Filipina (1988).

Dia menerima The Best Investigator Award Konferensi Ilmiah tentang Omega 3 di Texas Amerika Serikat (1994) dan Anthony Mason Award dari Universitas South Wales (1997).

Siti Fadilah juga menerima beberapa penghargaan dari Amerika dan Australia.

Tak kurang dari 150 karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam jurnal lokal, regional, dan internasional.

Namun, dia tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Departemen Kesehatan.

Meski demikian, dia membantah telah mengubah alokasi anggaran proyek flu burung senilai Rp 80 miliar menjadi proyek pengadaan alat kesehatan pada 2007.

Dugaan korupsi senilai 15 miliar rupiah tersebut menimbulkan kerugian negara hingga Rp 6 miliar. (3)

Baca: Hatta Rajasa

Baca: Ani Yudhoyono

Penghargaan

  • 1987, The Best Investigator Award dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • 1988, Best Young Investigator Award dalam Kongres Kardiologi di Manila, Filipina.
  • 1994, The Best Investigator Award pada Konferensi Ilmiah tentang Omega 3 di Texas, Amerika Serikat.
  • 1997, Anthony Mason Award dari Universitas South Wales.
  • 2010, Penghargaan Alumni Berprestasi Universitas Gadjah Mada.
  • 2011, Bintang Mahaputra Adipradana.
  • Tak kurang dari 150 karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam jurnal lokal, regional, dan internasional. (4)

(Tribunnewswiki.com/Ron)



Nama Siti Fadilah Supari
Gelar Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)
Lahir Solo, 6 November 1950
Pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Indonesia (UI)
Riwayat jabatan Menteri Kesehatan RI, Kabinet Indonesia Bersatu I
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Bidang Kesehatan & Kesejahteraan Rakyat
Pasangan Muhammad Supari


Sumber :


1. www.merdeka.com
2. suaraislam.id
3. www.medcom.id
4. id.wikipedia.org


Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved