H-3 Lebaran, Sejumlah Pemudik di Pantura Pakai Jaket Driver Ojol Agar Lolos Check Point

Menjelang lebaran, sejumlah driver ojol mudik memakai jaket ojol, agar lolos check point


zoom-inlihat foto
ojek-online-1a.jpg
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Menjelang lebaran, sejumlah driver ojol mudik memakai jaket ojol, agar lolos check point, FOTO: Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.(KOMPAS.com/RAJA UMAR)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Para pengemudi ojek online (ojol) tampak meramaikan aktivitas mudik di Jalur Pantura Indramayu pada H-3 menjelang lebaran, Kamis (21/5/2020).

Dikutip Tribunnewswiki.com dari Reporter Tribuncirebon.com di Lingkar Lohbener Indramayu, para ojol itu mudik dengan tetap mengenakan jaket khas mereka yang bewarna hijau.

Sebagian besar ojol yang mudik itu tidak membawa barang bawaan berlebih dan hanya mengenakan tas ransel.

Pelat kendaraan para ojol yang melintas pun berbeda-beda, paling banyak didominasi oleh kendaraan berplat nomor B, disusul plat nomor F dan T.

Baca: Lupa Tempat Parkir, Sepasang Suami Istri di Purbalingga Panik lalu Lapor Polisi Motornya Hilang

"Iya pakai jaket ojol pengen aja, kata temen bilangnya gak akan diberhentikan petugas di check point kalau pakai jaket ojol asal ngak bawa barang banyak," salah satu pengemudi ojol yang hendak mudik, Asep (33) kepada Tribuncirebon.com.

Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut.
Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut. (Oik Yusuf/ Kompas.com)

Hal ini terbukti dengan mulusnya perjalanan Asep hingga sampai ke Kabupaten Indramayu.

Selain itu, Asep juga mengaku hendak mudik karena rindu keluarga di kampung halaman.

Baca: Meski Minim Klaster, Kasus Positif Covid-19 di Depok Tinggi, Epidemiolog: Penularan dari Jakarta

Terlebih kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah turut membuat orderan ojek online sepi, imbasnya mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ada sih bantuan, kadang ada yang ngasih, cuma sekarang susah cari uang, orderan sepi mas mau netap di sana, kosan juga kan harus dibayar," ujarnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/TribunJabar)











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved