"Kami dapat merancang obat dan memblokir aktivitas mereka, seperti mengacaukan radar mereka," ucap Fang Li.
Fang Li merupakan seorang profesor di Departemen Ilmu Hewan dan Biomedis di University of Minnesota.
Dengan mempelajari secara spesifik virus ini dan bagaimana ia melekat pada sel manusia.
Para peneliti juga memperoleh beberapa wawasan tentang bagaimana virus itu dapat melompat dari hewan ke manusia.
Mereka menemukan virus corona pada kelelawar juga berikatan dengan reseptor ACE2, tetapi buruk.
Beberapa mutasi bisa meningkatkan kemampuan virus kelelawar untuk menempel pada reseptor manusia, memungkinkan lompatan ke manusia.
Para peneliti juga menganalisis struktur spike protein pada trenggiling, yang bisa menjadi inang antara kelelawar dan manusia.
Mereka menemukan salah satu virus corona pada trenggiling berpotensi mengikat reseptor manusia.
Ini mendukung gagasan bahwa trenggiling adalah inang perantara virus.
"Tetapi hipotesis itu perlu diverifikasi secara eksperimental," tulis ahli dalam penelitian tersebut.
Baca: 16 Negara Ini Belum Laporkan Satu pun Kasus Covid-19, meski Corona Telah Menyebar di 185 Negara
Baca: Jangan Diremehkan, 4 Hal Sederhana Ini Justru Bisa Membuat Virus Corona Makin Mudah Menyebar
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)(Kompas/Gloria Setyvani)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Al Farid)
Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul VIRUS CORONA Asalnya dari Kelelawar atau Kebocoran Laboratorium Wuhan? Teka-teki Akhirnya Terjawab dan di Kompas.com dengan judul Ini Alasan Virus Corona Covid-19 Lebih Cepat Menginfeksi Manusia