Tagar #IndonesiaTerserah Trending di Media Sosial, Doni Monardo Beri Pesan ke Tenaga Medis

Doni Monardo beri pesan kepada semua petugas medis untuk tidak kecewa karena tagar #IndonesiaTerserah trending di berbagai media sosial.


zoom-inlihat foto
kepala-bnpb-doni-monardo-ketua-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19.jpg
twitter.com/BNPB_Indonesia
Kepala BNPB Doni Monardo ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, meminta agar Semua kebijakan daerah yang terkait dengan Covid-19 harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.(twitter.com/BNPB_Indonesia)


Yakni dengan membantu memperketat aturan PSBB sehingga tidak munculnya gelombang baru penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Selalu kami kemukakan jangan kita biarkan dokter-dokter kelelahan, kehabisan waktu dan tenaga. Mereka telah menghabiskan waktu, tenaga, bahkan pempertaruhkan nyawa untuk keselamatan bangsa Indonesia," terang Doni.

Doni juga mengemukakan bahwa jumlah dokter di Indonesia jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan negara lainnya.

Jumlah dokter di Indonesia kurang dari 200.000 orang, terlebih untuk dokter spesialisnya.

Belum lagi untuk dokter spesialis paru yang sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19.

Dokter spesialis paru yang ada di Indonesia hanya berjumlah 1.976 orang.

Baca: Pemerintah Izinkan Warga di Bawah 45 Tahun Beraktivitas, Gugus Covid-19: Terpapar Belum Tentu Sakit

Baca: Peringatan Gelombang Kedua Covid-19 saat China Laporkan Kluster Baru Penyebaran Covid-19

Baca: Tak Gunakan Masker di Jalan, 16 Warga Banyumas Jalani Sidang, Denda Total Rp 15 Ribu

"Artinya 1 dokter paru melayani 245.000 warga Indonesia, kalau kehilangan dokter adalah kerugian besar bagi bangsa," jelas Doni.

Karena itu perlu upaya saling mengingatkan agar mencegah penularan Covid-19 semakin meluas.

Salah satunya adalah dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Tagar #IndonesiaTerserah mulanya muncul atas dasar kekecewaan terhadap masyarakat yang tidak berempati terhadap penanganan Covid-19.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved