TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan China memanas semenjak Donald Trump menjabat Presiden sejak tahun 2017.
Relasi diplomatik antara Washington dan Beijing pun semakin membara terkait pandemi virus Corona, yang oleh Donald Trump dituding berasal dan sengaja disebar oleh China.
Reaksi keras Amerika Serikat bahkan sampai berefek terhadap organisasi kesehatan dunia, WHO yang oleh Donald Trump dituduh bermain mata dengan pemerintahan China terkait pandemi Covid-19.
Terbaru, Presiden Donald Trump mengirim surat ultimatum kepada WHO terkait penanganan virus corona.
Dalam isi suratnya, politisi yang berasal dari Partai Republik itu mengancam akanmenarik semua pendanaan dari badan yang bernaung di bawah PBB tersebut.
Mengutip laman Kompas.com, surat dari Trump tersebut berisi ultimatum kepada induk kesehatan internasional agar dalam 30 hari ke depan, mereka melakukan "peningkatan substantif".
Jika dalam satu bulan tidak ada perubahan seperti yang diinginkan Washington, maka WHO akan kehilangan ratusan juta dollar sumbangan dan keanggotaan AS.
Trump mengkritik organisasi pimpinan Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang dianggap tidak kompeten dalam merespons kemunculan dan penyebaran awal virus Corona pada akhir Desember 2019 lalu.
Baca: 62 Negara Dunia Setuju Dorong Investigasi Terkait Penyebaran Virus Corona, China Merasa Diserang
Presiden yang tengah berjuang terpilih lagi dalam Pilpres AS 2020 itu mengkritik China, yang dianggap menyembunyikan data sebenarnya.
Trump pun tak luput menyalahkan WHO karena dianggap membantu Beijing.
Bahkan, dia menyebut WHO sebagai "boneka Negeri Panda", meski Beijing berulang kali membantah tuduhan Trump itu.
Melalui Presiden Xi Jinping, China menegaskan sudah merilis informasi secara terbuka dan transparan.
Saat ini, Negeri Paman Sam adalah negara paling terdampak Covid-19, dengan kisaran 1,5 juta kasus infeksi dan 90 ribuan korban meninggal.
Apa saja ulitmatum dari Trump?
Melansir BBC, Trump mempublikasikan surat ancaman kepada Dr Tedros itu di Twitter, sehari setelah kritikan Gedung Putih ke WHO.
Dalam pertemuan virtual Dewan Kesehatan Dunia, Menteri Kesehatan AS, Alex Azar menuding Jenewa (WHO) membiarkan Covid-19 tak terkendali dan "menyebabkan hilangnya banyak nyawa".
Dalam suratnya kepada Tedros, Trump menuding organisasi itu mengalami "kekurangan kebebasan yang memprihatinkan" dari China.
Di antara tudingannya, Trump yang juga sedang berjuang untuk Pilpres AS berikutnya, menyatakan bahwa organisasi pimpinan Tedros begitu "konsisten mengabaikan" apa yang dia sebut "laporan kredibel".
Dia merujuk tuduhan bahwa virus tersebut berasal dari Wuhan pada akhri Desember 2019, atau yang lebih parah, pada bulan sebelumnya.
Dalam laporan itu, Donald Trump menuding antara lain:
- Mengutip laporan bahwa organisasi kesehatan menunda deklarasi wabah darurat karena mendapat tekanan dari Presiden Xi Jinping.
- Mengkritik Jenewa karena memberi pujian terhadap "transparansi" Beijing di tengah dugana mereka membungkam atau kurangnya kooperasi internasional.
- Menuding WHO gagal untuk menyikapi diskriminasi rasial berkaitan dengan Covid-19, yang tengah terjadi di China.
- Trump menyebut Dr Tedros bisa menyelamatkan banyak nyawa, jika dia bertindak seperti Dr Harlem Brundtland, Ketua WHO saat wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) 2003-2004.
Dalam kesimpulannya, Presiden berusia 73 tahun itu menduga "salah langkah" yang dilakukan oleh Jenewa (WHO) berulang kali telah menyebabkan banyak nyawa yang hilang.
"Satu-satunya cara bagi Badan Kesehatan Dunia adalah dengan menunjukkan mereka bisa merdeka dari China," jelas Trump dalam suratnya.
Dia kemudian menyerukan kepada Jenewa untuk menerapkan "peningkatan substantif utama" selama 30 hari, tanpa menjelaskan apa maksudnya.
Baca: AS Catatkan 1,5 Juta Kasus Positif Covid-19 dan 90 Ribu Kematian, Trump Masih Ingin Buka Ekonomi?
Jika tak dijalankan, Trump kemudian melontarkan ancaman bahwa AS bakal menarik dana secara permanan, bahkan akan meninjau status keanggotaan mereka.
Pada April, presiden mengumumkan membekukan pendanaan WHO, di mana Washington merupakan penyandang dana utama, sekitar 15 persen dari total anggaran 2019.
Adapun pertemuan tahunan Dewan Kesehatan Dunia yang digelar secara virtual, meninjau kinerja WHO, sejauh ini diwarnai tudingan atas lembaga itu.
Update Virus Corona di Indonesia
Pada Senin (18/5/2020), muncul 496 kasus baru covid-19 kembali yang diumumkan oleh Pemerintah Indonesia.
Jumlah kumulatif kasus virus Corona di Indonesia pun kini menjadi sebanyak 18.010 kasus.
Dari jumlah itu, 1.191 orang meninggal dunia, dan jumlah pasien sembuh 4.324 orang.
Kasus-kasus ini tersebar di 34 provinsi dan 389 kabupaten/kota di Indonesia.
Hingga kini, ada 45.047 ODP dan 11.422 PDP yang dikonfirmasi oleh pemerintah Indonesia.
Adapun kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Update Virus Corona Dunia 19 Mei
Melansir data dari laman Worlometers hingga Selasa (19/5/2020) pagi, jumlah total kasus virus Corona di dunia adalah sebanyak 4.885.035 (4,88 juta) kasus.
Dari jumlah tersebut, telah terjadi 319.779 kasus kematian.
Sementara itu, 1.902.554 (1,9 juta) pasien telah dinyatakan sembuh.
Adapun kasus yang masih aktif berjumlah 2.662.702 kasus dengan 2.617.950 pasien berada dalam kondisi ringan, dan 44.572 dalam kondisi kritis.
Kasus terbanyak masih dicatatkan terjadi di AS, yaitu dengan jumlah kasus lebih dari 1,5 juta, disusul Rusia, Spanyol, Brazil, dan Inggris. Kondisi dari pandemi virus Corona ini masih terus berkembang dan mengalami perubahan setiap harinya.
(Tribunnewswiki.com/Ris)