Kebijakan tersebut dilakukan meski Indonesia masih berada di tengah bayang-bayang virus Covid-19 yang belum terasi dengan baik.
Hal tersebut berkaitan dengan keputusan pemerintah mengurangi angka pengangguran dan PHK di Indonesia.
"Kelompok ini kita beri ruang untuk beraktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terpapar PHK (pemutusan hubungan kerja) bisa kita kurangi lagi," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo lewat video conference, Senin (11/5/2020).
Doni menyebutkan, warga yang berusia 45 tahun ke bawah tak termasuk dalam kelompok rentan.
Karena kelompok muda memiliki fisik yang sehat dan punya mobilitas tinggi.
Sehingga, menurut Doni, jikalau mereka terpapar virus corona kelompok tersebut belum tentu sakit.
Dari total warga yang terpapar Covid-19, tingkat kematian kelompok ini hanya 15 persen.
Bahkan, kerap kali kelompok ini tak memiliki gejala saat sudah terpapar virus corona.
"Kelompok muda di bawah 45 tahun mereka secara fisik sehat, punya mobilitas tinggi, dan kalau terpapar mereka belum tentu sakit karena tak ada gejala," kata Doni.
Doni menyebutkan, kematian tertinggi datang dari kelompok usia 65 tahun ke atas, yakni mencapai 45 persen.
Lalu, 40 persen lainnya datang dari kelompok usia 46-59 tahun yang memiliki penyakit bawaan, seperti hipertensi, diabetes, paru, dan jantung.
"Kalau kita bisa melindungi dua kelompok rentan ini, artinya kita mampu melindungi warga negara kita 85 persen," kata Doni.
Oleh karena itu, keputusan perizinan pembukaan aktivitas kembali untuk kelompok di bawah 45 tahun ini dibuat juga sekaligus untuk menekan angka kematian.
Doni mengimbau kelompok rentan untuk tetap di rumah.
Sementara kelompok non-rentan atau usia 45 tahun ke bawah diberi kesempatan untuk mengais rezeki.
Meskipun begitu, mereka juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan terkait dengan pencegan Covid-19.
Pemerintah pun tetap menganjurkan penggunaan masker selama beraktivitas, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan sering mencuci tangan dengan sabun.
(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/Irwan Nugraha, Taufiqurrahman, Muhlis Al Alawi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah-kisah Penjemputan Pasien Positif Corona, Warga Dipeluk agar Tertular hingga Petak Umpet dengan Petugas"