TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah India resmi memperpanjang masa lockdown.
Negara itu telah berada di bawah kuncian sejak 24 Maret 2020.
Sejak saat itu, bisnis, sekolah, dan transportasi umum ditutup.
Namun dalam masa perpanjangan kali ini, pemerintah setempat mengatakan akan memperhatikan perlunya pembukaan kegiatan ekonomi, seperti diberitakan BBC Minggu (17/8/2020).
Padahal kini kasus positif di India tembus angka 90 ribu kasus, dengan catatan 2896 kematian.
Terkait pembukaan ekonomi, pemerintah menegaskan tetap akan ada pembatasan.
Baca: Berlakukan Lockdown, Kasus Positif Covid-19 di India Lampaui China: Tembus 85 Ribu Kasus
Penerbangan, kereta api, lembaga pendidikan, layanan metro, restoran, bar, bioskop dan kompleks perbelanjaan akan tetap ditutup.
Restoran sekarang akan diizinkan untuk mengoperasikan layanan takeaway, sementara kompleks olahraga dan stadion dapat menjadi menyelenggarakan acara tanpa penonton, kata kementerian dalam negeri.
Dan untuk pertama kalinya sejak kuncian diumumkan, mobil pribadi dan bus sekarang dapat beroperasi di kota-kota besar dan juga melintasi perbatasan negara jika mereka memiliki izin.
Perjalanan dengan kendaraan pribadi telah diizinkan sebelumnya, tetapi para pengemudi tidak disarankan untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Para pengemudi sering kali dihentikan di pos pemeriksaan polisi dan ditanya ke mana tujuan mereka.
Baca: Update Berita Covid-19 dari Berbagai Penjuru Dunia: 200 Juta Penduduk Afrika Terancam Terinfeksi
Pemerintah memberikan wewenang kepada pihak setempat.
Terserah masing-masing pejabat negara untuk memutuskan apakah mereka ingin mengizinkan pelonggaran pembatasan atau melanjutkan dengan aturan sebelumnya.
Sebagai catatan, tak satu pun kebijakan pelonggaran bisa berlaku di "zona penahanan", yaitu daerah dengan jumlah kasus sangat tinggi di mana perimeter telah dikenakan untuk memastikan tidak ada yang masuk atau pergi kecuali dalam keadaan darurat.
Apakah ada relaksasi lain?
Sebelum ini, pemerintah telah melonggarkan aturan untuk memungkinkan pertanian dan bisnis terkait untuk dibuka kembali dan beroperasi.
Selain itu, pekerja wiraswasta termasuk tukang ledeng, tukang listrik, dan tukang kayu diizinkan untuk mulai bekerja lagi.
Baca: Tanpa Dana yang Cukup, WFP Memperingatkan Dunia Bisa Hadapi Pandemi Ganda: Covid-19 dan Kelaparan
Tetapi relaksasi hanya diizinkan di zona oranye atau hijau, yang tidak memiliki jumlah kasus Covid-19 yang tinggi.
Pembatasan ketat tetap berlanjut di zona merah, yang dianggap sebagai hotspot.
Seluruh negara telah dibagi menjadi tiga zona kode warna ini.
Para pejabat mengatakan zona terus dimonitor dari naik atau turunnya kasus.
Lockdown sebenarnya memang menjadi pilihan yang sulit bagi India.
Lockdown sudah membuat jumlah pengangguran mencapai 120 juta.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)