Berlakukan Lockdown, Kasus Positif Covid-19 di India Lampaui China: Tembus 85 Ribu Kasus

Jumlah kasus positif Covid-19 di India lampaui China, dengan catatan 85.940 kasus infeksi dan 2.752 kematian


zoom-inlihat foto
kereta-api-di-india.jpg
SAM PANTHAKY / AFP
ILUSTRASI - Buruh migran mengantri untuk naik kereta api khusus menuju Agra di negara bagian Uttar Pradesh selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Stasiun Kereta Api Sabarmati di pinggiran Ahmedabad pada 2 Mei 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus coronavirus India sudah melampaui China.

Kementerian Kesehatan melaporkan 85.940 kasus infeksi dan 2.752 kematian.

Sementara China telah melaporkan 82.933 kasus dan 4.633 kematian.

Negara bagian India yang paling terdampak parah adalah Maharashtra dengan 29.100 kasus, Tamil Nadu 10.108, Gujarat 9.931 dan New Delhi 8.895.

Akhir pekan ini, Perdana Menteri Narendra Modi akan mengumumkan apakah kebijakan lockdown diperpanjang atau tidak.

Baca: Pulang Kampung Jalan Kaki, 14 Pemudik di India Tewas Terlindas Kereta ketika Tertidur di Lintasan

ILUSTRASI - Buruh migran mengantri untuk naik kereta api khusus menuju Agra di negara bagian Uttar Pradesh selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Stasiun Kereta Api Sabarmati di pinggiran Ahmedabad pada 2 Mei 2020.
ILUSTRASI - Buruh migran mengantri untuk naik kereta api khusus menuju Agra di negara bagian Uttar Pradesh selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Stasiun Kereta Api Sabarmati di pinggiran Ahmedabad pada 2 Mei 2020. (SAM PANTHAKY / AFP)

BERITA INTERNASIONAL lain Seputar Covid-19

Kasus Positif Covid-19 yang berkaitan dengan sebuah klub di Korea Selatan mulai berkurang

Para pejabat Korea Selatan mengkonfirmasi 162 kasus virus corona yang dikaitkan dengan penonton klub di daerah metropolitan Seoul.

Mereka mengatakan dengan berharap, bahwa infeksi mulai berkurang.

Pihak berwenang sejauh ini menguji 46.000 orang setelah petugas kesehatan mendeteksi sejumlah infeksi terkait dengan klub dan tempat hiburan malam lainnya di distrik hiburan Itaewon Seoul.

"Terlepas dari pengujian besar-besaran, tampaknya tidak ada tren penyebaran virus yang cepat terkait dengan wabah Itaewon," kata Yoon Tae-ho, seorang pejabat senior kementerian kesehatan.

"Jika kita melewati akhir pekan ini dengan baik, kami berharap penyebaran yang terkait dengan Itaewon berada di bawah kendali otoritas karantina."

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan melaporkan 19 kasus baru coronavirus pada hari Sabtu.

Sembilan orang terhubung dengan Itaewon dan sisanya merupakan orang yang datang dari luar negeri.

Baca: China Akui Perintahkan Laboratorium yang Tidak Resmi untuk Menghancurkan Sampel Virus Corona Awal

ILUSTRASI - Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak.
YONHAP / AFP
ILUSTRASI - Pejabat kesehatan Korea Selatan menyemprotkan desinfektan di depan sebuah rumah sakit di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020. Kasus koronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat dari 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan melonjak. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Covid-19 Menyebar di Wilayah Adat Brazil

Sebuah kelompok HAM Brazil mengatakan coronavirus telah menyerang 38 kelompok masyarakat adat di negara itu.

Mereka mengatakan virus menyebar ke wilayah adat "dengan kecepatan yang menakutkan".

Sebuah survei oleh Asosiasi Masyarakat Adat Brazil (APIB) menemukan 446 kasus virus corona baru dan 92 kematian di antara kelompok yang terkena dampak, terutama di Amazon Brasil.

Berita ini datang sehari setelah komunitas adat Parque das Tribos, di luar kota utara Manaus, mengadakan pemakaman untuk pemimpinnya, Messias Kokama, yang meninggal karena Covid-19.

Baca: Update Berita Covid-19 dari Berbagai Penjuru Dunia: 200 Juta Penduduk Afrika Terancam Terinfeksi

Air Canada akan memberhentikan lebih dari 20.000 karyawan





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved