Untuk pasangan yang memiliki anak, menggunakan tempat tidur tingkat menjadi keharusan.
Alasannya karena bisa mengemat ruang pada apartemen.
Memasak, mencuci, dan buang air dilakukan dalam satu ruangan yang sama.
Tidak ada penyekat seperti lembaran triplek atau lainnya.
Walaupun sempit, namun tiga orang rela hidup dalam satu kamar yang sama.
Tempat tidur tingkat 3 menjadi tempat mereka tidur, sedangkan untuk makan, mereka berbagi ruang kecil yang sudah dipadati berbagai macam barang dalam ruangan yang juga berfungsi sebagai dapur.
Ini adalah salah satu kamar apartemen yang tidak memiliki banyak barang.
Untuk tidur hanya beralaskan selimut tipis dan juga bantal.
Saking kecilnya, apartemen ini hanya bisa menampung satu kasur saja.
Untuk kamar mandi, sang pemilik kamar harus rela pergi ke kamar mandi umum.
Untuk penyewa yang tidak memiliki uang sama sekali, merek harus rela mendapatkan kamar yang hanya cukup menampung satu orang saja.
Pada bagian dinding terbuat dari logam seperti kontainer yang diberikan penyekat.
Melihat gambaran kehidupan di Hong Kong, PBB telah memperingatkan pemerintah Hong Kong bahwa itu merupakan penghinaan terhadap hak dan martabat manusia.
Pemerintah Hong Kong berjanji akan menyediakan lebih banyak lahan tinggal bagi penduduknya.
Gambar-gambar tadi merupakan karya pameran dari Society for Community Organization yang menyoroti permasalahan masyarakat di dunia.
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi, Intisari.grid.id)
Artikel ini telah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Sulit untuk Bernapas hingga Toilet dan Dapur Menyatu, Inilah Potret Miris dan Beratnya Kehidupan Warga Hong Kong yang Tinggal di Apartemen Kumuh