Ayah satu anak ini mengaku menangis saat menonton film aslinya karena teringat sang anak.
“Ketika gue nonton itu memang yang nangisnya itu benar-benar kejer banget karena gue punya anak yang umurnya hampir sama kayak di karakter film itu,” aku Vino.
Pemeran utama film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia ini juga menjelaskan karakternya di film Miracle in Cell No. 7.
Baca: FILM – Miracle in Cell No 7 (2013)
Baca: Miracle in Cell No 7 Dibuat Versi Indonesia Dibintangi Vino G Bastian, Tora Sudiro, dan Indro Warkop
“Saya berperan sebagai Dodo Rojak, tukang balon dan memiliki disabilitas.”
“Saya sudah nonton film versi Korea sudah lama,” ungkap Vino.
Sinopsis Miracle in Cell No. 7
Film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia mengangkat kisah yang sama dengan film dari negara aslinya, Korea Selatan.
Kartika yang diperankan oleh Graciella Abigail adalah seorang anak yang dibesarkan oleh sang ayah, Dodo Rojak yang diperankan oleh Vino G. Bastian, seorang penyandang disabilitas.
Dodo Rojak bekerja sebagai penjual balon.
Mereka termasuk dalam keluarga yang kurang mampu dan tinggal di lingkungan yang agak kumuh dan dekat dengan rel kereta.
Karena suatu kejadian, Dodo Rojak dituduh membunuh dan memperkosa anak seorang petinggi kepolisian demi sebuah tas Sailor Moon yang diinginkan oleh Kartika.
Meski sang ayah berkata jujur, tak ada yang percaya, sehingga akhirnya dijebloskan ke penjara di sel nomor 7.
Selain Vino G. Bastian, aktor lain juga turut membintangi film ini, yaitu Mawar Eva de Jongh, Indro Warkop, Tora Sudiro hingga Denny Sumargo.
Film ini juga menggaet dua stand-up komedian, yaitu Indra Jegel dan Rizki ‘Rigen’ Rakelna.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sutradarai Miracle in Cell No. 7, Hanung Bramantyo: Beban Berat Kedua setelah Bumi Manusia"