Kian Memanas, Kritikan Tajam Najwa Shihab pada DPR Dapat Balasan Pedas dari Arsul Sani

Nampaknya kritikan pedas Najwa Shihab pada Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) berbuntut panjang.


zoom-inlihat foto
najwa-dan-arsul.jpg
Kolase TribunNewsmaker/ www.najwashihab.com & YouTube Najwa Shihab
Najwa Shihab sindir Satgas Covid-19 DPR yang pose pakai APD


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Nampaknya kritikan pedas Najwa Shihab pada Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) berbuntut panjang.

Sejumlah anggota DPR buka suara untuk menanggapi kritikan wanita yang sering dipanggil Nana itu.

Polemik ini berawal dari Najwa Shihab yang memberikan kritik lewat surat terbuka yang Bertajuk "Kepada Tuan dan Puan Anggota DPR yang Terhormat".

Kritikan itu direkam dan diunggah Nana dalam bentuk video lewat platform YouTube.

Presenter Mata Najwa itu menilai DPR malah terkesan tidak serius dalam mencari solusi agar persoalan Covid-19 di Indonesia segera teratasi.

Baca: Diancam Arteria Dahlan Aibnya akan Dibongkar, Najwa Shihab Tanggapi Santai dan Tak Bergeming

Baca: Arteria Dahlan Ancam Bongkar Aib Najwa Shihab Jika Tak Minta Maaf ke DPR: Sadarlah Sebelum Terlambat

Najwa Shihab mengkritik dengan nada satir kepada para anggota partai politik yang duduk di kursi legislatif itu.

Tidak sedikit anggota DPR yang menanggapi kritikan Najwa Shihab.

Salah satunya adalah Anggota DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani.

Arsul Sani, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP mengaku tidak mempermasalahkan kritik yang disampaikan Najwa Shibab pada DPR.

Akan tetapi, Arsul mengungkapkan, kritik dari figur publik seperti Najwa Shihab seharusnya mengedepankan klarifikasi kepada anggota DPR.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Najwa dalam sebuah video mengkritik kinerja DPR selama masa pandemi.

Mulai dari pembahasan RUU yang dinilai jauh dari kepentingan masyarakat dalam menghadapi wabah virus corona sampai pembentukan Satgas Lawan Covid-19.

"Untuk individu dengan kapasitas intelektual seperti Najwa tidak boleh dengan prasangka duluan, tanpa keinginan dulu untuk klarifikasi. Dia bisa lakukan itu semua, karena anggota DPR yang dia kenal banyak termasuk saya yang sering jadi narasumbernya," ujar Arsul Sani, Senin (4/5/2020).

Kritikan Najwa Shihab terkait DPR juga dijawab Arsul,  mengenai DPR yang saat ini sibuk dalam pembahasan sejumlah RUU, termasuk RUU Cipta Kerja.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019)
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019) ((KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO))

Arsul memaparkan, RUU yang disampaikan Najwa merupakan inisiatif pemerintah, jadi DPR mempunyai kewajiban untuk merespons RUU tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan.

"Kenapa yang dikritisi DPR-nya? Ini menandakan Najwa yang sarjana hukum tapi tidak mengerti kewajiban DPR baik menurut konstitusi maupun UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan," bela Arsul.

Arsul menerangkan, dalam UU tersebut RUU yang diajukan pemerintah harus disegera direspons maksimal dalam 60 hari.

"Kalau mau pembahasan RUU-nya dihentikan maka ya pengusul atau pihak yang berinisiatif yang harus meminta berhenti atau menarik RUU usulannya," tuturnya.

Selain itu, Arsul pun juga tak ketinggalan menjawab kritikan Najwa mengenai anggota-anggota Satgas Lawan Covid-19 DPR yang berfoto mengenakan alat pelindung diri (APD).

Kritik tersebut sebenarnya juga disampaikan masyarakat saat anggota Satgas Lawan Covid-19 berfoto di Gedung Nusantara III DPR dengan menggunakan pakaian serupa APD.





Halaman
12






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved