Sekolah Bakal Dibuka Kembali Juli 2020, KPAI Minta Kemendikbud Pertimbangkan 4 Hal Ini

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti minta Kemendikbud benar-benar perhatikan protokol kesehatan Covid-19 saat sekolah kembali dibuka.


zoom-inlihat foto
komisioner-komisi-perlindungan-anak-indonesia-kpai-retno-listyarti.jpg
Tangkapan Layar Kompas TV
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti


"Ini jaminan agar mereka tetap bersih dan sehat. Idealnya, satu kelas memiliki satu wastafel," katanya.

Bahkan, menurut Retno, jika perlu di setiap kelas tersedia handsanitizer yang dapat digunakan para siswa, jika wastafel sekolah terbatas.

Baca: Pemerintah Buka Operasional Moda Transportasi, Natuna Masih Batasi Akses Masuk Wilayah

Baca: Orang Tua ABK Kapal China Akui Tak Bisa Hubungi Anaknya Sejak Bekerja, Dapat Kabar Setelah Dilarung

Baca: Mengenal Faktor Penyebab Polusi Air, Kunci Jawaban Soal Belajar dari Rumah TVRI SMP (11/5/2020)

Pembangunan wastafel harus didukung pembiayaannya oleh APBD.

"Sedangkan sabun dan handsanitizer bisa menggunakan anggaran yang dikelola sekolah dibantu para orangtua siswa yang mampu secara bergotong royong," katanya.

Ketiga, kata Retno, perlu adanya peraturan yang mewajibkan setiap anak didik, pendidik dan tenaga kependidikan harus menggunakan masker di lingkungan sekolah.

"Maka pemerintah pusat dan daerah juga harus mempertimbangkan memberikan bantuan masker bahan ke setiap siswa dan sekolah," katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa masker kain hanya bisa digunakan maksimal 4 jam.

Jika jam belajar lebih dari 4 jam, maka 1 siswa wajib membawa masker cadangan.

Keempat, Kemendikbud perlu melakukan protokol kesehatan tersendiri ketika sekolah akan dibuka kembali.

Salah satunya yaitu dengan pembatasan jumlah siswa yang belajar dalam satu ruangan.

"Misalnya terkait pembatasan jumlah siswa dalam satu ruang kelas, mengingat kita semua wajib menjaga jarak," kata Retno.

Dia menambahkan, Kemendikbud harus mempertimbangkan siswa masuk secara bergantian dengan menerapkan jam sekolah yang disesuaikan kondisi.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan pengurangan jam mengajar atau membentuk shift kegiatan belajar mengajar.

"Atau justru jam belajar yang semula maksimal 8 jam, untuk sementara di perpendek menjadi 4-5 jam saja, secara bertahap nantinya akan dinormalkan setelah kondisinya sudah aman atau zero tambahan kasus," katanya.

Kemudian setelah itu pemerintah harus benar-benar memperhatikan dampak yang akan terjadi jika sekolah dibuka kembali.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Wartakotalive/Budi Sam Law Malau)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Rencana Kemendikbud Buka Sekolah Juli 2020, KPAI Minta 4 Hal Ini Harus Diperhatikan





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved