Kabar Gembira, Obat Remdesivir China untuk Tangani Corona Dapat Persetujuan BPOM AS

Remdesivir pada mulanya dikembangkan oleh Gilead, perusahaan farmasi besar di AS, untuk mengobati pasien Ebola.


zoom-inlihat foto
remdesivir-obat-china.jpg
POOL/REUTERS
Satu ampul obat Ebola remdesivir ditunjukkan dalam konferensi pers di Rumah Sakit Universitas Eppendorf (UKE) di Hamburg, Jerman, 8 April 2020. Remdesivir kini sedang diuji coba untuk pengobatan Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi virus corona saat ini telah menembus angka 4 juta.

Dilansir Tribunnewswiki dari Worldometers, jumlah kasus tersebut capai angka 4.117.095 kasus di seluruh dunia.

Berdasarkan catatan data ada 212 negara yang terinfeksi Covid-19 pada Sabtu (10/5).

Banyak ahli telah melakukan penelitian guna mendapatkan vaksin dari virus corona ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (19/4/2020), penasehat kesehatan Gedung Putih Dr Anthony Fauci menjelaskan uji coba obat remdesivir oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) menunjukkan “kabar baik”.

Uji coba tersebut melibatkan sekitar 800 pasien.

Dr Anthony juga mengatakan obat tersebut akan menjadi standar perawatan baru bagi pasien Covid-19 di AS.

Inilah perjalanan pengembangan Remdesivir.

Baca: WHO Sebut Kecil Kemungkinan Peneliti Bisa Temukan Antivirus Corona Sebelum Akhir 2021

Baca: Peneliti Temukan Gejala Baru yang Tidak Ditemukan di Pasien Positif Corona Lainnya

Dikembangkan oleh China

China disebut sedang mengembangkan bermacam obat guna mengobati virus corona, satu diantaranya remdesivir pada Februari 2020 lalu.





Halaman
1234
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved