Pulang Kampung Jalan Kaki, 14 Pemudik di India Tewas Terlindas Kereta ketika Tertidur di Lintasan

Nekat pulang jalan kaki lewa rel kereta, 14 pemudik India tewas tertabrak kereta api di India


zoom-inlihat foto
kereta-api-di-india.jpg
SAM PANTHAKY / AFP
ILUSTRASI - Buruh migran mengantri untuk naik kereta api khusus menuju Agra di negara bagian Uttar Pradesh selama penguncian nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai langkah pencegahan terhadap coronavirus COVID-19, di Stasiun Kereta Api Sabarmati di pinggiran Ahmedabad pada 2 Mei 2020.


Jeritan mereka terdengar tak tertahankan.

Belum sampai seminggu pemerintah menerapkan lockdown di India, kekacauan terjadi dimana-mana.

Banyak pabrik-pabrik industri dan pembatasan transportasi umum membuat sebagian pekerja migran terpaksa jalan kaki untuk pulang ke desanya.

Rumah sakit pun terkena dampak dari lockdown ini, mereka kekurangan stok masker N-95 dan alat perlindungan diri (APD).

Baca: Wanita Muslim India Ini Rela Urungkan Niat Naik Haji, Sumbangkan Uangnya untuk Bantuan Covid-19

Berikut adalah kekacauan situasi di Indian setelah dilakukan lockdown per Selasa (24/3/2020) sampai 21 hari ke depannya:

1. Terbatasnya transportasi

Orang dengan kelas ekomoni menengah kebawah adalah yang paling terkena dampak terburuk.

Lockdown India mencaup Negara-negara bagian, yakni dengan banyaknya perbatasan yang ditutup.

Imbasnya adalah pergerakan warganya terbatas, dan operasional sebagian besar transportasi umum yang terhenti.

Di New Delhi, beberapa bus masih beroperasi tapi hanya mengizinkan pemegang izin pemerintah untuk naik.

Sementara itu polisi dan paramiliter menghentikan kendaraan pribadi yang melintas.

Beberapa negara bagian seperti Bengala Barat dengan populasi lebih dari 90 juta, me-lockdown kota-kota besar tetapi tidak di pedesaan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret.

Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal telah ditutup.

2. Pabrik ditutup

Saat pekerjaan mulai mengering akibat dari lockdown, banyak pabrik-pabrik yang ditutup.

Akibatnya banyak buruh kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki cukup uang. Sebab di sana upah dibayar secara harian.

Dikutip dari Kompas.com, para buruh tersebut tinggal di apartemen yang sempit.

Mereka bekerja berjam-jam untuk beberapa dollar sehari, dalam kondisi yang kerap tidak aman tanpa jaminan sosial.

Menurut statistik pemerintah India, setiap tahun ada lebih dari 9 juta buruh dari pedesaan yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved