Kasus Positif Covid-19 Capai 20 Ribu Sehari, Trump Berencana Bubarkan Gugus Tugas Virus Corona

Presiden Donald Trump telah mengkonfirmasi Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Gedung Putih akan mulai dikurangi


zoom-inlihat foto
jonathan-karl-donald-trump-987.jpg
CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP
ILUSTRASI - Tampak Jonathan Karl (pria berkacamata duduk di sebelah kanan). Donald Trump kesal terhadap Karl lantaran ditanya soal laporan adanya tumpukan tes corona yang belum dilaksanakan.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Amerika Serikat semakin serius merencanakan untuk membuka kembali negara di tengah pandemi virus corona.

Presiden Donald Trump telah mengkonfirmasi Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Gedung Putih akan dibubarkan.

Wakil Presiden Mike Pence menyarankan gugus tugas bisa dibubarkan dalam beberapa minggu ke depan.

"Kami (akan) membawa negara kami kembali," kata Trump saat mengunjungi pabrik masker di Arzizona, diberitakan BBC, Rabu (6/5/2020).

Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, COVID-19, di Taman Mawar Gedung Putih pada 15 April 2020, di Washington, DC.
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, COVID-19, di Taman Mawar Gedung Putih pada 15 April 2020, di Washington, DC. (Mandel NGAN / AFP)


Baca: Punya Risiko Kesehatan Tinggi, Presiden AS Donald Trump Tetap Fokus Buka Ekonomi di Tengah Pandemi

Baca: Tanggapi Berbagai Komentar Miring Donald Trump, Dirjen WHO Tegaskan Tak Ingin Buang-buang Waktu

Selama kunjungan ke pabrik di Phoenix, Trump mengatakan kepada wartawan, "Mike Pence dan satuan tugas telah melakukan pekerjaan dengan baik, tetapi kami sekarang melihat sedikit bentuk yang berbeda, dan bentuk itu adalah keselamatan dan pembukaan."

Trump tidak membantah jika sebenarnya misi gugus tugas belum selesai.

"Tidak, tidak sama sekali. Misi selesai adalah ketika semuanya sudah selesai."

Para kritikus menuduh presiden itu mengorbankan kesehatan masyarakat Amerika dalam upaya untuk membuka kembali ekonomi AS menjelang pilpres pada November.

Mengakui bisa menimbulkan korban, Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak mengatakan sesuatu itu sempurna, dan ya, apakah beberapa orang akan terpengaruh? Ya."

"Apakah beberapa orang akan terkena dampak buruk? Ya. Tapi kita harus membuka negara kita dan kita harus segera membukanya."

Apa yang dikatakan wakil presiden?

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr. Anthony Fauci berdiri bersama Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan anggota tim Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih, berbicara selama konferensi pers di ruang rapat pers Gedung Putih Maret 15, 2020 di Washington, DC.
Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular Dr. Anthony Fauci berdiri bersama Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan anggota tim Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih, berbicara selama konferensi pers di ruang rapat pers Gedung Putih Maret 15, 2020 di Washington, DC. (JIM WATSON / AFP)


Baca: Kim Jong Un Sumringah Saat Muncul Lagi ke Publik, Donald Trump: Senang Melihat Dia Kembali!

Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Pence sebelumnya mengatakan kepada wartawan dalam briefing bahwa gugus tugas dapat segera dibubarkan, Selasa (5/5/2020).

Dia mengatakan itu adalah "cerminan dari kemajuan luar biasa yang kami buat sebagai sebuah negara."

Pence sendiri telah memimpin satuan tugas, yang melapor kepada presiden dan berkoordinasi dengan lembaga medis, staf politik dan gubernur negara bagian.

Kelompok ini juga berkonsultasi dengan para ahli medis untuk merumuskan pedoman nasional tentang jarak sosial.

Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany kemudian mencuit di Twitter bahwa presiden "akan melanjutkan pendekatan berbasis data menuju pembukaan kembali dengan aman."

Demonstrasi Anti-Lockdown muncul di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan Brazil. Aksi ini dilaporkan mendapat dukungan dari pemimpin negara untuk memprotes kebijakan gubernur di sejumlah negara bagian. FOTO: Gadis-gadis muda berdiri memegang bendera AS di bawah sinar matahari di sebuah mobil saat para demonstran berkumpul untuk memprotes kebijakan tinggal di rumah dalam rapat umum
Demonstrasi Anti-Lockdown muncul di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan Brazil. Aksi ini dilaporkan mendapat dukungan dari pemimpin negara untuk memprotes kebijakan gubernur di sejumlah negara bagian. FOTO: Gadis-gadis muda berdiri memegang bendera AS di bawah sinar matahari di sebuah mobil saat para demonstran berkumpul untuk memprotes kebijakan tinggal di rumah dalam rapat umum "ReOpen Colorado" di Denver, Colorado, pada 19 April 2020. (Jason Connolly / AFP)


Baca: Donald Trump Setuju Permintaan Jokowi Kirim Ventilator ke Tanah Air, Banyak Masyarakat AS Protes

Baca: China Mulai Dominasi Lembaga PBB, Trump Berupaya Kurangi Hegemoni Beijing dengan Hentikan Dana WHO?

Padahal pejabat kesehatan setempat sudah memeringatkan virus bisa menyebar ketika pusat bisnis mulai beroperasi kembali.

Hingga berita ini ditulis, kasus positif Covid-19 baru per hari di AS mencapai 20 ribu, sementara kematian per hari lebih dari seribu.

Berdasarkan data Johns Hopkins University di Baltimore, tak kurang 1,2 juta kasus positif telah dikonfirmasi di AS, dengan total lebih dari 70 ribu kematian.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved