Punya Risiko Kesehatan Tinggi, Presiden AS Donald Trump Tetap Fokus Buka Ekonomi di Tengah Pandemi

Trump membuat catatan penting untuk memulai kembali roda perekonomian Amerika Serikat.


zoom-inlihat foto
presiden-amerika-serikat-donald-trump.jpg
AFP / NICHOLAS KAMM
ILUSTRASRI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan fokus membuka kembali ekonomi negaranya.

Donald Trump mengerti betul kebijakannya tak boleh mengabaikan nyawa banyak orang.

Nemun, dirinya juga tak menutup mata banyak orang yang kesulitan karena kehilangan pekerjaan, seperti diberitakan ABC News, Senin (4/5/2020).

Karenanya, Trump membuat catatan penting untuk memulai kembali roda perekonomian Amerika Serikat.

ILUSTRASI - Seorang pengemudi mengibarkan bendera AS mengikuti demonstrasi
ILUSTRASI - Seorang pengemudi mengibarkan bendera AS mengikuti demonstrasi "Buka Kembali Colorado" di Denver, Colorado, pada 19 April 2020 memprotes kebijakan tetap tinggal di rumah. Ratusan warga dilaporkan memprotes kebijakan tersebut pada 18 April di kota-kota di seluruh Amerika yang mendapat dorongan dari Presiden Donald Trump (JASON CONNOLLY / AFP)

Baca: Tanggapi Berbagai Komentar Miring Donald Trump, Dirjen WHO Tegaskan Tak Ingin Buang-buang Waktu

Baca: Kim Jong Un Sumringah Saat Muncul Lagi ke Publik, Donald Trump: Senang Melihat Dia Kembali!

"Kami akan membuka kembali negara kita,"

"Kita harus membuka kembali dengan aman, tapi secepat mungkin," 

"Sangat mengerikan untuk dilalui, tapi (pasti) berhasil," katanya.

Terkait rencana ini banyak ahli kesehatan masyarakat mengatakan kebijakan ini akan menimbulkan risiko, jika belum ada vaksin.

Namun, Trump percaya jika vaksin bisa ditemukan pada akhir tahun.

ILUSTRASI Vaksin Virus Corona
ILUSTRASI Vaksin Virus Corona (YouTube WGBH News)

Baca: Donald Trump Setuju Permintaan Jokowi Kirim Ventilator ke Tanah Air, Banyak Masyarakat AS Protes

Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Pemerintah memperkirakan ekonomi Amerika Serikat menyusut pada angka 4,8% dari Januari hingga Maret.

Selain itu, sekitar 30,3 juta orang telah mengajukan bantuan pengangguran.

Masuk akal, karena enam minggu sejak wabah menyebar di Amerika, pengusaha mulai menutup dan memangkas tenaga kerja yang mereka miliki.

Meski demikian, ABC News menilai upaya Trump untuk memulai ekonomi berkaitan dengan pemilihan presiden yang akan dilakukan.

Dukungan Trump mulai merosot di sejumlah negara bagian.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di depan media menjelaskan mengenai gugus tugas virus corona. Ia juga menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan, termasuk yang ia kesalkan, Jonathan Karl.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di depan media menjelaskan mengenai gugus tugas virus corona. Ia juga menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan, termasuk yang ia kesalkan, Jonathan Karl. (MANDEL NGAN / AFP)

Baca: Yakin Virus Corona Buatan Laboratorium di Wuhan, Amerika Serikat Akan Minta Tanggung Jawab China

Baca: 5 Kabar Baik Penanganan Wabah Virus Corona di Indonesia: Banyak yang Sembuh hingga Ada 41 Lab Baru

Konon, jika pemilihan dilakukan di hari tersebut, Trump sudah pasti kalah dari Joe Biden.

Karenanya, para pembantu presiden percaya memulai kembali ekonomi akan menjadi tonggak penting untuk memenangkan pemilu November mendatang.

Walau hal itu harus dibayar dengan risiko kesehatan masyarakat.

Presiden sendiri telah memulai menjadwalkan perjalanan setelah sebelumnya hanya terkurung di Gedung Putih.

Ia dijadwalkan ke pabrik masker di Arizona, selasa.

Juni mendatang, ia dijadwalkan memberikan pidaro di Akademi Militer AS.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved