Hari Ini dalam Sejarah: Balon Udara Hindenburg Sebesar Kapal Titanic Terbakar, Tewaskan 36 Orang

Tragedi Hindenburg pada 6 Mei 1937 mengakhiri era zeppelin di angkasa


zoom-inlihat foto
hindenburg-milik-jerman-terbakar-di-amerika-serikat-pada-6-mei-1937.jpg
Airship.net
Hindenburg milik Jerman terbakar di Amerika Serikat pada 6 Mei 1937

Tragedi Hindenburg pada 6 Mei 1937 mengakhiri era zeppelin di angkasa




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Balon udara atau zeppelin (airship) atau kapal udara Hindenburg terbakar dan jatuh di Lakehurst, New Jersey, pada 6 Mei 1937.

Hindenburg merupakan zeppelin terbesar dan tercanggih yang pernah dibuat dan menjadi kebanggan Nazi Jerman.

Memiliki panjang 808 kaki dan diameter 135 kaki, Hindenburg berukuran hampir sama dengan kapal Titanic dan sering disebut "Titanic di langit."

Sebanyak 36 dari 97 penumpang dan kru yang dibawanya tewas dalam bencana ini dan mengakhiri era kapal udara.

Sebelumnya, kapal udara Hindenburg digunakan untuk perjalanan transatlantik atau melewati Samudra Atlantik.[1]

Tragedi Hindenburg 6 Mei 1937
Tragedi Hindenburg 6 Mei 1937 (Airship.net)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Brussels Menjadi Ibu Kota Pertama di Dunia yang Miliki Jalur Kereta Api

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Payung Lipat Pertama di Dunia Diproduksi, Memicu Revolusi Kebudayaan


Seorang Prancis bernama Henri Giffard berhasil membuat kapal udara pertama yang dapat digunakan.

Balonnya diisi hidrogen dan membawa mesin uap berdaya tiga tenaga kuda yang menggerakkan baling-baling besar.

Hasil buatannya ini dapat melaju di udara dengan kecepatan enam mil per jam.

Sementara itu, kapal udara kaku dan berat yang disebut "zeppelin" dibuat oleh penemu asal Jerman bernama Ferdinand von Zeppelin pada akhir abad ke-19.

Berbeda dari kapal udara Prancis, milik Jerman memiliki rangka logam ringan yang melindungi bagian dalam yang berisi gas.

Namun, seperti milik Giffard, zeppelin menggunakan gas hidrogen yang mudah terbakar dan meledak.

Zeppelin berukuran sangat besar dan mampu membawa banyak penumpang.

Salah satunya adalah Graf Zeppelin yang dapat berkeliling dunia tahun 1929.

Pada 1930-an, Graf Zeppelin mengawali layanan penerbangan transatlantik dan menginspirasi pembuatan Hindeburg yang lebih besar.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 3 Mei 1901: Kebakaran Besar Hanguskan Ribuan Bangunan di Florida


Memiliki panjang 245 meter, Hindenburg menjadi kapal udara terbesar pada masanya.

Kapal ini dirilis di Friedrichshafen, Jerman, pada Maret 1936.

Hindenburg memiliki kecepatan maksimal 135 km per jam dan kecepatan laju 126 km.

Pada awalnya Hindenburg akan diisi helium, tetapi justru diisi hidrogen yang mudah terbakar karena Amerika membatasi ekspor ke Jerman.

Kapal udara ini kemudian melayani penerbangan komersial melewati Atlantik Utara.

Telah ada 1.002 penumpang yang dibawanya dalam 10 perjalanan antara Jerman dan Amerika Serikat.[4]

Tidak hanya itu, Hindenburg adalah kapal udara tercanggih, terbesar, dan menggunakan berbagai teknologi modern sehingga menjadi kebanggaan Jerman.[5]

Ruang makan di Hindenburg
Ruang makan di Hindenburg (Airship.net)

  • Hindenburg terbakar


Pada 3 Mei 1937, Hindenburg terbang memulai penerbangan terakhirnya ke Amerika Serikat.

Balon udara ini membawa 36 penumpang dan 61 opsir, anggota kru, dan peserta latihan.

Hindeburg meninggalkan Frankfurt pukul 07.16 dan terbang di atas Cologne kemudian melewati Belanda dan terus ke melaju di Atlantik.

Pada siang 6 Mei, Hindenburg mencapai Boston dan pada pukul 15.00 sudah berada di atas Manhattan.

Kapal ini kemudian sampai di Naval Air Station di Lakehurst, New Jersey, sekitar pukul 16.15.

Namun, kapten menunda pendaratan karena cuaca dirasa sedang buruk.

Ketika cuaca sudah baik, Hindeburg diputuskan mendarat di Lakehurst.

Sayangnya ketika akan mendarat di Lakehurst, sekitar pukul 19.25, tampak ada api di atas lambung.

Kemungkinan api ini muncul karena percikan yang mengenai inti hidrogennya.[6]

Hindenburg kemudian jatuh dengan cepat dari ketinggian 200 kaki.

Banyak dari mereka yang melompat dari kapal ini karena takut terbakar.

Kecelakaan ini menewaskan 36 orang dan mayoritas yang selamat mengalami luka parah.

Seorang penyiar radio bernama Herb Morrison datang ke Lakehurst untuk menyiarkan bencana ini.

Rekaman suara Morrison kemudian dibawa ke New York dan disiarkan dalam berita radio.

Setelah kecelakaan ini, peminat perjalanan menggunakan kapal udara turun drastis dan era alat transportasi berbasis gas tersebut dapat dikatakan berakhir.[7]

(TribunnewsWiki/Febri)



Peristiwa Balon udara Hindenburg terbakar
Pada 6 Mei 1937
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved