Kabar Gembira Akhirnya Ilmuwan Indonesia untuk Pertama Kalinya Sukses Memetakan Covid-19

Akhirnya untuk pertama kalinya ilmuwan Indonesia berhasil memetakan virus corona baru.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penelitian.jpg
pixabay
Ilustrasi penelitian. Sebuah kabar menyebut ilmuwan Indonesia akhirnya berhasil memetakan virus covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  Akhirnya mencuat kabar gembira di tengah isu pandemi corona di Indonesia.

Ilmuwan di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk pertama kalinya sukses memetakan sekuen asam nukleat RNA dalam genom virus corona, SARS-CoV-2 dari Indonesia.

Dikutip TribunnewsWiki dari Kompas.com, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio  menyebutkan dietemukannya whole genom sequences (WGS) pertama kalinya  di Tanah Air.

"Ada 3 whole genom sequences (WGS), mungkin di Indonesia juga yang pertama kalinya," sebutnya pada Senin (4/5/2020).

Baca: Tepis Klaim Donald Trump, Pihak WHO Tegaskan Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Laboratorium

Baca: 36 Pedagang di Pasar Raya Padang Positif Corona, Sudah Kontak 1.000 Orang hingga Pasar Ditutup

Prof Amin menjeaskan, ketiga genom itu berasal dari sampel virus milik tiga pasien.

Sampel itu dipilih dari tingkal viral load tinggi yang diperoleh dari hasil tes PCR.

"Viral load pasien yang tinggi, memudahkan kami melakukan sekuensing ini. Sekuensing dilakukan secara langsung dari sampel pasien tanpa perlu dikultur, itu bisa dilakukan jika viral load-nya tinggi," jelas Prof Amin.

Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental LBM Eijkman Institute, Herawati Sudoyo juga mengimbuhkan, pemetaan sekuen RNA virus corona ini menggunakan alat Next-Generation Sequencing (NGS).

Tim ilmuwan Eijkman melakukan pemetaan genom dari tiga isolat virus yang berasal dari tiga pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

"Ini adalah data sekuens lengkap pertama virus corona dari Indonesia dan telah diunggah ke pusat data GISAID," kata Prof Hera dalam pesan singkat Whatsapp kepada Kompas.com.

Berdasarkan dari data yang telah diunggah di Global Initiattive on Sharing All Influenza Data (GISAID) nantinya, kata Prof Hera akan mendukung proses cepat dalam berbagi lebih dari 16.000 data virus corona di seluruh dunia.

Target lebih banyak sekuensing genom

Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah)
Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah) (Kompas.com, Hai.Grid.id)

Prof Amin memberikan pernyataan tambahan tentang tiga isolat virus yang dipetakan itu berasal dari hasil tes PCR yang diteliti.

Sampel tersebut diambil dari tiga pasien yang memiliki viral load yang tinggi.

"Kami ambil sampel ini dari hasil PCR pasien yang viral loadnya tinggi untuk memudahkan prosesnya," terang Prof Amin.

Analisisnya dilakukan dari nilai Ct (cycle threshold), jika nilainya rendah, maka viral load atau jumlah virus yang dimiliki pasien berarti tinggi.

Nantinya, kata Prof Amin, akan ada lebih banyak lagi sekuensing genom yang akan dilakukan.

Dalam waktu dekat ini, sudah akan bertambah lagi empat isolat virus penyebab Covid-19 ini.

"Empat (isolat virus) ini akan segera kami submit ke GISAID. Di sana akan dianalisis untuk melihat karakter virus, apakah memiliki kekerabatan yang sama, baik dari virus dari negara lain," jelas Prof Amin.

Baca: Pandemi Covid-19, Kota Ini Gunakan Kotoran Ayam Demi Cegah Penyebaran Corona, Begini Caranya

Ilmuwan Eijkman, Prof Hera juga mengungkapkan tiga isolat virus SARS-CoV-2 dari Indonesia ini masih bersifat premiminary.





Halaman
12
Editor: haerahr
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved