Dalam tangkap layar di Facebook-nya, Agustinus Edy Kristianto juga mengkritisi sebuah kelas pelatihan online jurnalistik di Skill Academy Prakerja yang sertifikasinya tidak datang dari pihak atau lembaga berkompeten dari dunia Pers/Jurnalisme, melainkan justru dari Skill Academy itu sendiri yang dipimpin oleh Adam Belva Devara, eks Stafsus Milenial yang juga menjabat CEO Ruangguru.
Pemilihan kelolosan perserta Prakerja yang tidak tepat sasaran juga menjadi perhatian kalangan pengamat ekonomi.
Mengutip pemberitaan Harian Kompas, Direktur Eksekutif Center of Reforms and Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Faisal mengatakan pemerintah perlu melakukan seleksi ketat agar penerima utama dari manfaat program Prakerja adalah mereka yang paling merasakan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19.
Muhammad Faisal pun mengatakan, pengguran Indonesi sudah tinggi dan ditambah dampak Covid-19, angka tersebut akan terus meningkat.
"Jumlah pengangguran terbuka di Indonesia bisa mencapai 16,4 juta orang."
"Jumlah itu juga belum termasuk 8,14 juta yang saat ini sudah setengah menganggur dan 28,14 juta pekerja paruh waktu", ujar Faisal.
Meski begitu, pemerintah beralasan penentuan kelolosan Prakerja dengan sistem acak sudah dipikirkan dengan baik-baik.
Kelolosan secara random ini dilakukan dengan pertimbangan objektivitas.
"Paling fair adalah randomisasi, karena itu tidak melibatkan diskresi atau subjektivitas dari manejemen pelaksana," ungkap Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya dalam keterangannya pada Selasa (28/4/2020).
Baca: Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 2 Mulai 20 April 2020, Ini Cara Daftarnya di Prakerja.go.id
"Jadi benar-benar adil, dan secara random, secara keilmuan bisa dipertanggung jawabkan untuk memiliki kesempatan yang sama. Sepanjang mereka dalam kelompok homogen atau kelompok didahulukan atau masyarakat umum (yang terkena dampak Covid-19)," kata dia lagi.
Panji menjelaskan pengacakan sendiri dilakukan di sistem online yang sudah dibangun PMO.
Pengacakan dilakukan setelah pendaftaran Kartu Prakerja sesuai gelombang ditutup.
Hal ini membuat faktor keberuntungan atau hoki juga dianggap sangat menentukan kelolosan peserta.
"Benar-benar acak. Namun yang diacak adalah peserta dengan NIK pendaftar yang juga didata oleh K/L terkait. Jika masih ada ruang di gelombang, maka masyarakat umum bisa juga masuk pengacakan," terang Panji.
(Tribunnewswiki.com/Ris)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sudah Dibuka Gelombang 4, Verifikasi Program Prakerja Ternyata Masih Berjalan dan Belum Tuntas