Maka sesudah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau dan semua binatang berkuku mati kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah.
Para Sahabat bertanya, “Dengan apa manusia akan hidup pada masa itu?” Beliau menjawab, “Tahlil, takbir, tasbih dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan. (Ibnu Majah, Al-Hakim dan Adh-Dhiya Al-Maqdisi dishahihkan oleh Al-Albani).
Baca: Lakukan Mandi Wajib Setelah Sahur, Sahkah Puasa Ramadhan Kita? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Kenapa Dukhan dikaitkan Ramadan 2020?
Dukhan disebutkan dalam satu hadist akan terjadi di hari Jumat bertepatan dengan pertengahan Ramadan.
Dan kebetulan, pertengahan Ramdhan tahun 2020 jatuh di hari Jumat.
Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud ,diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No. 638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No. 39627.
Menurut pandangan banyak ulama hadis ini secara sanad dianggap bermasalah bahkan la ashla lahu atau tidak ada asal usulnya.
Akan tetapi hadis itu dapat dikaitkan dengan hadis dukhon dan hujan asam, maka bisa digunakan sebagai pertimbangan persiapan diri menuju kiamat.
Berikut narasinya:
Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram.
Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa.
Jika kalian telah melaksanakan salat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian.
Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, karena barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa.
Walaupun begitu, pertengahan Ramadan yang jatuh di hari Jumat tidak hanya terjadi di 8 Mei tahun 2020.
Tanggapan Ulama
Ustaz Zulkifli Muhammad yang dikenal sebagai ulama "Akhir Zaman" juga mengatakan jika hadis tersebut lemah.
Mengutip dari cemarahnya di channel Youtube pribadinya UZMA Media TV Channel, Ustaz Zulkifli menerangka jika hadis tersebut lemah.
"Isu soal 15 Ramadan ini diambil dari hadis-hadis yang sangat lemah. Bahkan Ibnu Jauzi mengatakan hadis-hadis itu palsu. Sementara, urusan akidah, kita tidak boleh berpegang kepada hadis-hadis lemah.
Urusan akidah harus dari dalil yang pasti kuatnya yaitu Alquran, hadis mutawatir dan hadis sahih," jelas Ustaz Zulkifli Hasan.
Ustaz Zulkifli juga menambahkan agar ummat tdak panik menanggabi kabar tersebut dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.