TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah kisah tentang 4 keluarga kerajaan yang mengalami kelainan fisik karena perkawinan sedarah.
Dalam sebuah keluarga kerajaan, perkawinan sedarah bisa dianggap sebagai hal yang normal.
Hal tersebut bertujuan untuk memastikan kemurnian genetik pada keluarga kerajaan tersebut.
Dengan perkawinan yang sedarah, maka hal tersebut memastikan tidak ada darah "biasa" yang menodai garis darah aristokrat yang murni.
Namun perkawinan sedarah merupakan hal yang tidak dianjurkan dalam kesehatan.
Banyak kasus bayi lahir secara cacat karena perkawinan sedarah tersebut.
Begitu pula yang terjadi di keluarga kerajaan mulai dari kerajaan Rusia ke Portugal dan bahkan di Mesir kuno.
Baca: 3 Kerajaan Baru Muncul di Indonesia Awal Tahun 2020, Sunda Empire yang Paling Baru
Baca: Muncul Kerajaan Baru King of The King di Banten, Prabowo Disebut Bertugas Beli 3000 Jet Tempur
Bahkan praktik pernikahan saudara dianggap sebagai perilaku saleh.
Penyakit keturunan yang disebabkan oleh perkawinan sedarah diturunkan melalui kumpulan gen, terutama dalam banyak kasus di mana pernikahan dekat yang disengaja digunakan untuk memastikan bahwa darah kerajaan disimpan dalam keluarga.
Banyak penyakit merajalela di banyak keluarga kerajaan, menyebabkan beberapa perilaku kerajaan yang sangat aneh.
Sementara semua keluarga ini berharap perkawinan jarak dekat akan membuat keluarga kerajaan mereka lebih kuat, dalam banyak kasus, penyakit, kegilaan, dan kemandulan yang disebabkan oleh perkawinan sedarah yang akhirnya membuat mereka terpisah.
Berikut adalah kisah beberapa keluarga kerajaan yang cacat dan memiliki kelainan akibat perkawinan sedarah:
1. Charles II 'The Bewitched' yang berlidah besar dan terus meneteskan liur
Charles II dari Spanyol menderita kelainan karena perkawinan sedarah orang tuanya.
Produk dari garis panjang perkawinan Habsburg (ayah dan ibu adalah paman dan keponakan), melahirkan Charles II yang dijuluki "The Bewitched".
Dia memiliki apa yang disebut Habsburg Jaw atau Habsburg Lip, ditandai oleh lidah yang besar, kurang gigitan, rahang bawah yang menonjol, dan bibir bawah yang tebal.
Secara teknis, kelainan bentuk ini dikenal sebagai prognathisme mandibula. Lidahnya membuatnya sulit tetap berada di dalam mulut dan menyebabkan air liur yang berlebihan.
Raja juga mengalami keterlambatan perkembangan yang parah. Dia disusui sampai dia berusia lima tahun, dan tidak pernah menerima pendidikan formal apa pun.
Bicaranya ditunda sampai ia berusia empat tahun, dan ia tidak bisa berjalan sampai usia delapan tahun.