Informasi #
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) merupakan satu di antara dua taman nasional yang berada di batas negara Indonesia dengan Malaysia, serta masuk dalam kawasan Heart of Borneo (HoB) dengan luas wilayah 816.693,40 hektare. (1)
Secara administratif Taman Nasional Betung Kerihun berlokasi di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Batas wilayah Taman Nasional di sebelah utara yaitu Serawak, Malaysia Timur, di sebelah selatan yaitu Provinsi Kalimantan Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sintang.
TNBK memiliki iklim tropis dengan temperatur udara antara 21-29 derajat celcius.
Taman Nasional Betung Kerihun ini menjadi tempat tinggal berbagai jenis flora dan fauna endemik maupun langka.
Untuk tipe ekosistem Taman Nasional Betung Kerihun sendiri dibagi menjadi delapan jenis.
Diantaranya adalah ekosistem hutan dipterocarpaceae dataran rendah atau low land dipterocarp forest, ekosistem hutan dipterocarpaceae bukit hill dipterocarp forest, dan ekosistem hutan aluvial atau alluvial forest. (2)
Sejarah #
Sebelumnya, Taman Nasional Betung Kerihun dikenal sebagai Bentuang Karimun.
Kawasan ini ditetapkan pertama kali oleh Menteri Pertanian sebagai area konservasi alam seluas 600.000 hektar pada tahun 1982.
Sepuluh tahun kemudian, luas kawasan berubah menjadi 800.000 hektar pada tahun 1992 dan statusnya berubah menjadi taman nasional.
Kemudian untuk mengakomodasikan tujuan pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mendorong pembangunan sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitarnya pada tanggal 5 September 1995 status Cagar Alam diubah menjadi status Taman Nasional dengan surat keputusan Menteri Kehutanan No. 467/Kpts-II/1995 dengan nama Taman Nasional Bentuang Karimun.
Pada tanggal 2 September 1999, terjadi perubahan nama dari Taman Nasional Bentuang Karimun menjadi Taman Nasional Betung Kerihun.
Perubahan nama ini berdasarkan kondisi di lapangan bahwa terdapat Gunung Betung di wilayah barat dan Gunung Kerihun di bagian Timur.
Setelah tata batas di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun sudah temu gelang, pada tanggal 23 April 2014 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 3075/Menhut-VII/KUH/2014 statusnya ditetapkan sebagai taman nasional dengan luas 816.693,40 hektare. (3)
Pada Februari 2004, kedua negara yang dilintasi taman nasional ini, yaitu Indonesia dan Malaysia sepakat mengajukan permohonan secara resmi kepada UNESCO dengan tujuan untuk mengakui wilayah konservasi tersebut sebagai salah satu situs warisan dunia. (2)
Keadaan Alam #
Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) berada di Kabupaten Kapuas Hulu yang membentang di Kecamatan Embaloh Hulu, Embaloh Hilir, dan Putussibau seluas 800.000 hektare.
Luas ini mencakup hampir 28% luas daerah Kabupaten Kapuas Hulu.
Secara umum, TNBK memiliki curah hujan yang tinggi, menurut Kalsifikasi Schmidt and Ferguson termasuk Tipe A-basah dengan Q=2.6%.
Topografis TNBK membentang pada ketinggian antara 150 – 2.000m dpl di atas permukaan air laut. Sekitar 38%-nya membentang pada ketinggian 200-500 m dpl dan hanya sekitar 5% kurang dari 200m dpl dan 1% pada ketinggian di atas 1.500m dpl.
Karena hampir sekitar 61% kawasan ini memiliki kemiringan di atas 45 derajat, maka TNBK juga terkesan berbukit-bukit/bergunung-gunung (179 bukit/gunung) di dalam hamparan ratusan sungai-sungai.
Beberapa gunung yang dikenal luas adalah Gunung/bukit Bettung (1.400m) dan Condong (1.240m) di DAS Embaloh, Gunung Lawit (1.770m) di DAS Sibau, Gunung Jemuki (1.300m) dan Cemaru (1.118m) di DAS Kapuas/Koheng, serta Gunung Kerihun (1790m) dan Dayang (1.645m) di DAS Bungan. (6)
Cagar Biosfer #
Pada sidang ke-30 International Coordinating Council (ICC) Man and Biosphere (MAB) UNESCO di Palembang, Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum serta Kabupaten Kapuas Hulu dikukuhkan menjadi Cagar Biosfer baru dengan nama Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentrum Kapuas Hulu. (4)
Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun ini kaya akan flora dan fauna.
Flora
Kelompok flora yang banyak dijumpai di kawasan TNBK ini antara lain Hopea, Shorea, Dipterocarpus, Mrytaceae, Clusiaceae, Vatica, Burseraceae, Dryobalanops, Euphorbiaceae, Parashorea, dan beberapa kelompok lainnya.
Selain itu, TNBK juga ditumbuhi beberapa spesies tumbuhan endemik wilayah ini, diantaranya Amyxa pluricormis yang merupakan tumbuhan unik satu-satunya di dunia (kerabat pohon gaharu dan memiliki marga sendiri), Castanopsis inermis, Neo uvaria, Shorea peltata, Chisocheton caulifloris, Eugenia spicata, Lithocarpus phillipinensis, Acuminatissima, dan juga pisang musa.
Tak hanya itu, TNBK diketahui memiliki 89 spesies anggrek seperti Coelogyne asperata dan kelompok Dendrochilum.
Bunga jenis lain yang dapat dijumpai di taman nasional ini yaitu bunga betung kerihun.
Fauna
Di dalam Taman Nasional Betung Kehirun ini terdapat sekitar 48 spesies mamalia, diantaranya adalah sambar (Cervus sp.), kelinci (Tragulus napu), berang-berang (Lutra sumatrana), harimau dahan (Muntiacus muntjak), dan kijang emas (Mutiacus atherodes).
Kemudian, terdapat lebih dari tujuh spesies primata seperti tarsius (Tarsius bancanus), hout (Presbytis frontata), kelempiau (Hylobates muelleri), seaman (Presbytis rubicunda), orangutan Borneo (Pongo pygmaeus), Macaca fascicularis, dan Macaca nemestrina.
Untuk kelompok reptil dan amfibi yang tercatat di kawasan ini berjumlah sekitar 1.500 spesies dengan 51 spesies amfibi, 21 spesies ular, 3 spesies kura-kura, 26 spesies kadal, dan 2 spesies buaya.
Binatang hidup di dua alam yang paling unik adalah spesies Leptobrachella myorbergi atau katak terkecil di dunia yang ukurannya hanya satu sentimeter.
Kelompok ikan tercatat lebih dari 4.000 spesies yang berasal dari 35 sungai, baik sungai besar ataupun sungai kecil.
14 spesies dari ikan tersebut adalah jenis endemik yang hanya ada di Borneo atau Kalimantan.
Burung atau aves yang berhasil diidentifikasi sekitar 301 spesies yang berasal dari 151 genus dan 36 famili.
Diketahui bahwa 15 spesies tersebut merupakan jenis migran dan 24 diantaranya adalah jenis endemik Kalimantan. (2)
Potensi Wisata #
Kawasan Taman Nasional Betung Kehirun menjadi penghubung antara Gunung Betung dan Gunung Kerihun sebagai penghalang antara wilayah Indonesia dan Malaysia.
Sebagai wilayah yang dilindungi, kawasan taman nasional menyimpan berbagai destinasi wisata menarik, seperti rekreasi alam untuk kemping di pedalaman hutan tropis; wisata air seperti rafting, whitewater trekking, dan tubing di ratusan anak sungai Kapuas; serta keanekaragaman hayati dengan flora dan fauna yang merupakan kekayaan alam Kalimantan.
Selain itu, terdapat wisata budaya berupa pemukiman suku Dayak di pedalaman hutan.
Suku Dayak yang merupakan masyarakat di kawasan ini adalah Dayak Punan, Dayak Iban, Dayak Taman Kantuk, Dayak Tamambaloh, dan Dayak Bukat.
Di bagian barat taman nasional, kebanyakan didiami oleh Dayak Iban dan Dayak Tamambaloh, sedangkan di pusat sebagian besar diisi oleh penduduk dari Suku Dayak Bukat, dan di bagian timur adalah orang Dayak Punan.
Wisata kampung Dayak memiliki daya tarik tersendiri, tak hanya mengunjungi, kita bisa menginap di tengah pemukiman suku asli Kalimantan ini.
Untuk mencapai Taman Nasional Betung Kerihun, pengunjung mesti berangkat ke Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat.
Kemudian, dari Pontianak mengambil penerbangan ke Bandara Pangsuma di Putussibau.
Setelah dari sana, pergi menggunakan boat untuk menjelajahi Sungai Kapuas, Sungai Sibau, dan Sungai Mendalam selama 5 jam.
Untuk bisa menjelajahi kawasan taman nasional ini, pengunjung diwajibkan mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). (5)
(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy)
| Nama | Taman Nasional Betung Kehirun |
|---|
| Lokasi | Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat |
|---|
| Google Map | https://goo.gl/maps/oYaeNv7nUQMkaeQ98 |
|---|
| Luas | 8000 km persegi |
|---|
Sumber :
1. pontianak.tribunnews.com
2. rimbakita.com
3. gpswisataindonesia.info
4. ksdae.menlhk.go.id
5. pesona.travel
6. www.djkn.kemenkeu.go.id