Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Kabah, Berikut Fenomena Langit Bulan Mei 2020, Catat Tanggalnya

Empat fenomena langit akan hadir pada bulan Mei 2020, dari hujan meteor hingga Matahari yang tepat berada di atas Kabah, Makkah.


zoom-inlihat foto
masjidil-haram-mekah.jpg
Bandar ALDANDANI / AFP
Empat fenomena langit akan hadir pada bulan Mei 2020, dari hujan meteor hingga Matahari yang tepat berada di atas Kabah, Makkah.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bulan Mei 2020 ini ada empat fenomena langit yang akan hadir, mulai dari hujan meteor hingga Matahari di atas Kabah.

Fenomena tersebut akan bisa menemani kegiatan #DiRumahAja yang saat ini sedang berlangsung karena pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Pemandangan langit itu dapat diamati dengan mata telanjang maupun menggunakan teleskopdi tempat terbuka dan gelap.

Syaratnya, Anda hanya harus sabar mengunggu.

Kondisi langit cerah dengan tanpa polusi cahaya jadi faktor penentu untuk bisa melihat fenomena astronomi tersebut dengan jelas.

Dikutip dari Kompas.com Jumat (1/5/2020), astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa setidaknya akan ada empat fenomena langit yang bisa Anda saksikan pada Mei 2020 ini.

Di antaranya adalah hujan meteor eta Aquarids, Supermoon, bulan baru, dan Matahari tepat di atas Kabah.

Kapan saja fenomena tersebut akan hadir? Berikut jadwalnya, catat tanggalnya.

Baca: Asteroid Raksasa 1998 OR2 Physical Distancing Bermasker Akan Lewati Bumi 29 April Mendatang

Baca: Asteroid Terbesar di 2020 Bakal Lintasi Bumi Akhir Pekan Ini, Berukuran 3 Kali Lapangan Sepak Bola

Ilustrasi meteor
Ilustrasi meteor (sciotopost.com)

Hujan Meteor eta Aquarids – 4 hingga 5 Mei 2020

Hujan meteor menjadi fenomena yang banyak ditunggu masyarakat dan juga para astronom.

Kali ini, Anda dapat menyaksikan hujan meteor bernama eta Aquarids pada tanggal 4-5 Mei mendatang.

“Paling baik disaksikan dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia,” ungkap Marufin.

Untuk diketahui, meteor eta Aquarids ini berasal dari debu-debu halus yang dilepaskan oleh komet Halley.

Marufin menyebutkan, kita bisa menyaksikan meteor ini dari wilayah mana saja di Indonesia.

Dengan catatan, kondisi cuaca cerah dan mendukung, tidak dalam keadaan gelap.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Jatuhnya Meteorit Terbesar yang Terekam Sejarah, Meteorit Sikhote-Alin

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 9 Februari 1913: Fenomena Aneh Arakan Meteor Terlihat di Langit Utara Amerika

Supermoon terakhir tahun ini – 7 Mei 2020

Bulan purnama terlihat di 'Phoenix West' di Dortmund, Jerman barat, pada 7 April 2020. Supermoon terlihat saat bulan purnama bertepatan dengan satelit dalam pendekatan terdekatnya ke Bumi, yang membuatnya tampak lebih cerah. dan lebih besar dari bulan purnama lainnya.
Bulan purnama terlihat di 'Phoenix West' di Dortmund, Jerman barat, pada 7 April 2020. Supermoon terlihat saat bulan purnama bertepatan dengan satelit dalam pendekatan terdekatnya ke Bumi, yang membuatnya tampak lebih cerah. dan lebih besar dari bulan purnama lainnya. (Ina FASSBENDER / AFP)

Baca: Lihat Supermoon di Tengah Pandemi Covid-19 yang Mulai Mereda, Warga Beijing: Sesuatu yang Baik

Baca: Sambut Full Wolf Moon Gerhana Bulan Penumbra, Umat Muslim Bisa Laksanakan Amalan Berikut Ini

Supermoon atau bulan purnama perigean kali ini akan terjadi pada tanggal 7 Mei mendatang.

Anda mungkin harus menyiapkan diri, karena Marufin menyebutkan bahwa bulan  purnama perigean ini adalah yang terakhir pada tahun 2020.

Adapun puncak dari bulan purnama perigean ini akan terjadi pada pukul 18.00 WIB.

Sehingga mudah disaksikan dari Indonesia bagian timur dan tengah.

Untuk diketahui, bulan purnama perigean adalah bulan purnama yang terjadi pada waktu yang berdekatan dengan Bulan menempati titik perige (titik terdekat Bulan ke Bumi).

Bulan baru – 23 Mei 2020

Ilustrasi proses penentuan hilal.
Ilustrasi proses penentuan hilal. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca: Cuti Bersama Idul Fitri Resmi Digeser di Akhir Tahun, Ini Jadwal Lengkap Libur dan Cuti Bersama 2020

Baca: 15 Panduan Menag soal Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di Saat Pandemi Covid-19: Tarawih di Rumah

Bulan baru atau dikenal dengan hilal menjadi fenomena langit yang rutin terjadi setiap bulannya.

Namun, kali ini hilal menjadi yang dinantikan banyak orang karena sekaligus bertepatan dengan penanda hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah bagi umat Islam.

Di Indonesia, bulan baru atau hilal ini akan terjadi pada 23 Mei mendatang, pada saat maghrib di seluruh Indonesia.

Fenomena bulan baru adalah keadaan ketika bulan akan berbentuk lengkungan sabit yang sangat tipis dengan tinggi antara 6 derajat hingga 9 derajat di atas ufuk barat pada saat Matahari terbenam.

Matahari di atas Kabah pertama kali – 28 Mei 2020

Ilustrasi Kabah
Ilustrasi Kabah (pontianak.tribunnews.com)

Baca: Masjidil Haram Sepi karena Virus Corona, Terekam Sekumpulan Burung Memutari Kabah

Baca: Lakukan Sterilisasi Virus Corona, Arab Saudi Kosongkan Mataf Masjidil Haram Mekah

Fenomena matahari tepat di atas Kabah ternyata juga bisa dilihat dari Indonesia.

Di Indonesia, kondisi matahari yang tepat berada di atas Kabah akan terjadi pada 28 Mei 2020 pukul 16.18 WIB.

Sehingga dapat disaksikan dari Indonesia bagian barat hingga tengah.

“Adalah fenomena tahunan di mana Matahari berkedudukan tepat di atas Kabah sehingga baying-bayang benda apapun yang terpasang tegak lurus paras Bumi akan tepat berimpit dengan arah kiblat setempat,” tutur Marufin.

Matahari di atas Kabah sebagai alat penyempurnaan arah kiblat

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa saat Matahari berada tepat di atas Kabah adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki kiblat.

“Mari kita lakukan penyempurnaan arah kiblat,” jelas Thomas dikutip dari referensi tulisan dalam blog pribadinya.

Thomas menjelaskan, perlunya penyempurnaan atau pemeriksaan ulang karena sebagian besar masjid atau musala arah kiblatnya ditentukan sekadar perkiraan.

Perkiraan tersebut dilakukan dengan mengacu secara kasar arah kiblat masjid yang sudah ada atau dengan menggunakan kompas yang tidak akurat.

“Dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu yang disebutkan di bawah ini, arah kiblat dapat lebih  mudah dan lebih akurat ditentukan.”

“Waktunya diberikan banyak pilihan, silakan gunakan waktu yang sesuai dengan mempertimbangkan keadaan cuaca dan konversi waktu setempat.”

“Arah kiblat bisa ditentukan dari bayangan benda vertical, misalnya tongkat, kusen jendela atau pintu, atau sisi bangunan,” terangnya seperti tertulis dalam blog pribadinya.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tersebut mereferensikan untuk menggunakan benda tegak, misalnya kusen jendela, untuk menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan.

Berilah tanda pada arah bayangan, misalnya dengan sajadah.

“Buat garis saf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan. Jangan ragu menyempurnakan arah kiblat demi kebenaran," pungkasnya.

(Tribunnewswiki.com/Ron)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Langit Mei 2020: Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Ka'bah"

dan di Tribunnews.com dengan judul Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Kabah, Berikut Fenomena Langit Bulan Mei 2020, Catat Tanggalnya





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved