Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para peneliti.
Dilansir The Sun, pemimpin desa Krystyna Zykziak mengungkapkan apa yang terjadi pada desanya.
"Mungkin ada sesuatu di dalam air," ujarnya, dikutip dari The Sun.
"Di generasi yang lebih tua, penduduk wanita di Polandia selalu lebih banyak karena usia mereka lebih panjang daripada pria," lanjutnya.
"Tapi kini, kami tidak memiliki penduduk pria di generasi yang lebih muda," jelasnya.
Baca: Viral Bocah 9 Tahun Bergelantungan di Kawat Sling PLN Setinggi 15 Meter, Begini Kronologinya
Pasangan, lanjutnya, yang telah melahirkan anak perempuan bahkan ingin pindah ke tempat lain.
Tujuannya, untuk membuktikan apakah mereka akan memiliki anak laki-laki atau tidak.
Migrasi menjadi salah satu faktor mendasar yang menyebabkan kurangnya penduduk pria di desa tersebut.
Sebab, mereka kebanyakan merantau ke luar negeri untuk bekerja.
Sejak 1945, penduduk desa yang terletak di perbatasan Ceko itu terus menurun.
Dari yang semula berjumlah 1.200 orang turun menjadi hanya 270 orang saja.
Baca: Temukan Harta Karun Senilai Rp 54 Miliar, Dua Pria Ini Malah Dapat Hukuman Mati, Ternyata Karena Ini
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mereka yang pergi adalah orang-orang yang merantau ke luar untuk bekerja.
Salah satu penduduk bernama Barbara Dworok sebenarnya memiliki anak laki-laki.
Namun, putra dari wanita 68 tahun itu juga termasuk orang yang pergi merantau.
Peter (49) menjadi seorang migran ekonomi dan tinggal di Jerman.
Bahkan, saking tidak adanya anak laki-laki, pihak gereja terpaksa menjadikan anak-anak perempuan sebagai petugas altar (yang biasanya dilakukan oleh anak laki-laki).
"Sekarang kami menjadikan anak-anak perempuan sebagai petugas altar. Kami tak punya pilihan lain," ujar pengelola gereja.
Menurut pengakuan salah seorang penduduk wanita muda, ia harus pergi ketempat hiburan atau ke desa sebelah untuk bertemu laki-laki.
Sabina Blana (21) mengatakan hal itu saat ditemui The Sun di stasiun pemadam kebakaran.
"Saya senang menjadi seorang petugas pemadam kebakaran," ujarnya.