5 Fakta Kesembuhan Menhub Budi Karya: 14 Hari Tak Sadarkan Diri, Dokter yang Menanganinya Meninggal

Setelah dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret lalu, akhirnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berhasil sembuh. Simak 5 fakta kesembuhannya.


zoom-inlihat foto
manteri-perhubungan-budi-karya-sumadi.jpg
TRIBUNNEWS/Cherul Umam
Manteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan sembuh dari Covid-19.


3. Aktif Kembali Jadi Menhub 5 Mei

Meski sudah dinyatakan sembuh, Budi mengaku masih memerlukan penyesuaian terlebih dahulu setelah resmi dinyatakan sembuh dari Covid-19 untuk kembali menjabat penuh sebagai menteri perhubungan.

Pasca dinyatakan negatif Covid-19, ia masih perlu melakukan beberapa latihan terlebih dahulu oleh tim dokter RSPAD Gatot Subroto.

"Insya Allah tanggal 5 Mei nanti itu efektif (bekerja penuh sebagai menteri perhubungan). Saya perlu exercise dulu," ujarnya.

Meski belum bertugas penuh sebagai menteri perhubungan, pria yang akrab disapa BKS itu memastikan dirinya sudah melakukan berbagai rapat koordinasi dengan seluruh eselon di Kementerian Perhubungan.

"Saya sudah rapat 7 kali dengan 7 sektor," katanya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II itu juga bercerita mengenai rapat terbatas perdana yang ia hadiri setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Dalam rapat tersebut, semula Budi diminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi peserta.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Budi untuk mempresentasikan bahan menteri perhubungan.

"Maka yang presentasi saya," katanya.

Manteri perhubungan Budi Karya Sumadi
Manteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan sembuh dari Covid-19.

4. Siap sumbangkan plasma darahnya

Setelah berhasil sembuh dari Covid-19, Budi siap mendonorokan plasma darahnya untuk penelitian vaksin.

Budi mengatakan, ia bersedia mendonorkan plasma darahnya kepada RSPAD Gatot Subroto untuk keperluan penanganan Covid-19.

"Plasma darah saya sudah dimandatkan oleh RSPAD, dan saya mau. Anytime saya diminta darahnya," katanya.

Menurut dia, plasma darah pasien yang berhasil sembuh Covid-19 menjadi penting bagi para dokter untuk menemukan vaksin dari virus tersebut.

Ketika diminta RSPAD Gatot Subroto untuk mendonorkan plasma darahnya, Budi mengaku tidak perlu berpikir panjang menerima permintaan tersebut.

"Karena saya tahu itu berguna untuk masyarakat," kata Budi.

Baca: Istana Punya Prosedur Cegah Corona, Mengapa Budi Karya Lolos Rapat dengan Jokowi? Ini Penjelasannya

5. Dokter yang sempat merawatnya meninggal

Dokter Ketty Herawati Sultana (60) meninggal karena Covid-19.

Dokter Ketty merupakan dokter yang sempat menanganai Menhub Budi Karya Sumadi saat dinyatakan terinfeksi Virus Corona.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved