Bakat sakit dari dinasti Kim memang mengkhawatirkan.
Kim Jong-un diangkat sebagai penguasa Korut pada 2011, setelah ayahnya, Kim Jong Il, meninggal akibat serangan jantung di usia 70 tahun.
Kim Jong Il sendiri diangkat sebagai penguasa pada 1994, setelah kakek Jong-un, Kim Il-Sung juga kena serangan jantung di rumahnya.
Kim Jong Il juga dikenal sebagai perokok berat, sekaligus pembawa riwayat diabetes.
Konon, Jong Il sampai memaksa ilmuwan Korea Utara, untuk bisa menciptakan rokok yang sama enaknya dengan rokok bikinan Amerika kesukaannya : Rothman’s.
Proyek itu jadi kontroversial, karena dana proyek membuat rokok enak justru dikucurkan Kim Jong Il saat rakyat Korut menderita kelaparan di tahun 1990.
Jong Il dilaporkan suka berpesta miras dengan banyak selir.
Menambah buruknya gaya hidup sang diktator, Kim Jong Un juga penyuka makanan cepat saji.
Yang paling kontroversial, Jong Il pernah mengutus seorang pegawai pemerintahan pergi ke China, hanya untuk membeli Bic Mac di McDonalds.
Baca: Korea Utara Masih Bungkam, Donald Trump Bantah Isu Kim Jong Un Sakit Parah: Berita Palsu
Dikabarkan Sakit Parah
Sebelumnya, Kim Jong Un diisukan sakit parah setelah operasi jantung.
Berita seperti ini hampir tidak mungkin bisa dikonfirmasi langsung.
Hal itu mengingat betapa tertutupnya Korea Utara.
Selain itu, penduduk Korea Utara biasanya tidak diberi informasi tentang status kesehatan pemimpin mereka.
Karena ramai diperbincangkan di dunia internasional, para pejabat di Korea Selatan turut menanggapi berita ini.
Kantor Kepresidenan Korsel di Seoul mengatakan tak ada tanda yang menunjukkan bahwa pemimpin Korea Utara mengalami sakit parah, seperti diberitakan BBC.com, Selasa (21/4/2020).
Bagaimana Spekulasi Seperti Ini Bisa Muncul?
Baca: Korea Utara Terdampak Covid-19, Moon Jae In dan Donald Trump Setuju Berikan Bantuan Kemanusiaan
Baca: Kim Jong Un Uji Coba Rudal, Trump Ungkap Dapat Surat Manis dari Korut: Hubungan Kami Baik-baik Saja
Diberitakan TribunnewsWiki.com dari BBC, Kim Jong Un baru-baru ini melewatkan perayaan ulang tahun kakeknya pada 15 April 2020.
Padahal acara itu adalah salah satu acara terbesar tahun ini, menandai kelahiran pendiri negara.
Kim Jong Un tidak pernah melewatkannya.
Selain itu, tampaknya sangat tidak mungkin ia sekadar memilih untuk tidak muncul, tanpa alasan yang kuat.