TRIBUNNEWSWIKI.COM - Program belajar dari rumah di TVRI membahas tentang Candi Borobudur.
Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Indonesia.
UNESCO telah menetapkan Candi Borobudur sebagai warisan dunia pada tahun 1991.
Terdapat tiga faktor yang menjadikan Candi Borobudur sebagai warisan dunia.
Pertama, kompleks Candi Borobudur yang memiliki bentuk piramida tanpa atap yang bermahkotakan sebuah kubah berbentuk genta besar.
Kedua, kompleks Candi Borobudur menjadi contoh luar biasa dari seni dan arsitektur Indonesia dari masa awal abad 8 dan akhir abad 9.
Karya ini memberi pengaruh besar kebangkitan arsitektural pada masa awal abad 13 dan awal abad 16.
Baca: Candi Borobudur
Baca: Soal dan Jawaban Candi Borobudur untuk SMA, Belajar dari Rumah TVRI Hari Ini Jumat 24 April 2020
Faktor ketiga, Candi Borobudur berbentuk teratai, bunga yang disucikan dalam tradisi Budha.
Kompleks bangunan ibadah ini refleksi eksepsional perpaduan ide asli pemujaan nenek moyang dan konsep Buddhisme dalam mencapai nirwana.
Ke-10 teras berundak dari keseluruhan struktur Candi Borobudur selaras dengan tahapan yang harus dicapai Bodhisattva sebelum mencapai ke-budha-annya.
Candi yang memiliki tingkatan ini rupanya memiliki sejumlah cerita dibalik ukiran reliefnya.
Cerita Bidadari Manohara
Dikutip dari borobudurpark.com, dalam relief Candi Borobudur, ada cerita tentang seorang pria bernama Sudhana yang duduk di samping kolam teratai.
Di sana, dia menemukan seorang peri bernama Manohara dan saudara perempuannya sedang mandi.
Sebelumnya, Sudhana telah belajar mantra dari orang bijak untuk melumpuhkan Manohara.
Dia berhasil melumpuhkan Manohara untuk tidak dapat bergerak dengan mengisolasi, sementara peri lainnya terbang ke langit.
Salah satu peri melihat Manohara kaget karena dia tidak terbang bersama mereka.
Kemudian dalam cerita dijelaskan Manohara menikah dengan Sudhana dan tinggal di istana bersama Sudhana dan ayahnya yang juga seorang raja.
Namun, para wanita di istana cemburu dengan kecantikan Manohara dan berencana untuk membunuhnya saat Sudhana melakukan ekspedisi militer.
Tapi sebelum itu terjadi, Manohara telah mendapatkan kekuatannya untuk terbang dan melarikan diri dari istana.
Baca: Situs Batu Berak Lampung
Cerita tentang Raja yang Adil
Cerita lain bercerita tentang raja adil yang membuat larangan membunuh.
Dewa Indra ingin menguji raja dengan berubah menjadi elang yang mengejar seekor burung merpati ke istana.
Kemudian, raja melarang rajawali untuk membunuh merpati itu, tapi elang itu mengatakan bahwa jika dia tidak makan daging, dia akan mati karena kelaparan.
Raja yang baik Sibi menawarkan sebongkah dagingnya sendiri agar rajawali tidak memakan merpati.
Sibi memotong sebagian tubuhnya satu per satu, tapi Indra membuat timbangannya tidak sedemikian rupa sehingga bagian tubuh tidak seberat merpati.
Akhirnya, King Sibi menawarkan seluruh tubuhnya.
Pada saat itu, Indra mengakui kebaikan King Sibi dan mengembalikannya seperti sediakala.
Baca: Candi Prambanan
Baca: Candi Ceto
Cerita Rudrayana dan Raja Bimbisari
Cerita lain datang dari Rudrayana dan Raja Bimbisari yang menggambarkan takdir seorang raja yang menentang biksu Buddha.
Pada relief ini, perhiasan dan emas jatuh dari vas yang melayang di langit sesaat sebelum kota raja jahat itu hancur.
Sontak banyak orang yang mencoba mengumpulkan harta karun itu.
Dijelaskan ada dua menteri juga telah diberi tahu tentang apa yang akan terjadi, dan mereka mengisi perahu kecil mereka dengan perhiasan untuk rencana pelarian.
Raja, yang tidak sadar akan malapetaka yang akan datang, digambarkan duduk di atas takhta di depan sebuah bangunan yang mewakili sisa kota.
(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)