Mode ini mendeteksi secara otomatis dan tidak bisa diaktifkan secara manual.
Untuk perekaman video, Oppo Reno3 Pro memiliki mode Ultra Steady Pro yang menghasilkan video lebih stabil dibanding mode ultra steady biasa.
Oppo juga memasang teknologi Oppo Screen Image Engine (OSIE) yang diklaim bisa membuat perekaman video pendek dengan kamera bawaan aplikasi pihak ketiga, seperti Instagram Story atau TikTok, lebih tajam dan tidak patah-patah.
Tidak ada panel pemindai sidik jari di bagian punggung ponsel Oppo Reno3 Pro, karena sensor tersebut tertanam di dalam layar (in display fingerprint).
Oppo Reno3 Pro diotaki chip MediaTek Helio P95 yang dipadu dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB.
Oppo Reno3 Pro dibekali baterai berkapasitas 4.025 mAh yang didukung pengisi daya cepat VOOC 4.0 dengan keluaran daya 30W.
Aryo mengklaim charger ini bisa mengisi daya 50 persen dalam waktu 20 menit. Untuk sistem operasi, Reno3 Pro menjalankan Android 10 dengan antarmuka ColorOS 7.
Harga Oppo Reno3 Pro di Indonesia dibanderol Rp 9 juta dan akan tersedia mulai 21 April di Blibli.com.
Oppo menawarkan bonus Oppo Enco Q1 senilai Rp 1,6 juta khusus untuk 1.000 pembeli pertama hingga 26 April.
Ada dua warna yang bisa dipilih, yakni Midnight Black dan Sky White.
Bagaimana spesifikasi lengkap Oppo Reno3 Pro?
Berikut adalah spesifikasi Oppo Reno3 Pro dikutip dari KompasTekno:
Spesifikasi Reno3 Pro
Layar Panel : Super AMOLED 6.44 inci, aspek rasio 20:9, refresh rate 60Hz
Prosesor : Mediatek Helio P95
RAM/ROM : 8/256 GB
Kamera depan :44 MP (f/2.4) 2 MP (f/2.4)
Kamera belakang utama : 64 MP (f/1.8) telefoto: 13 MP (f/2.4), 5x hybrid zoom 20x digital zoom ultrawide 8 MP (f/2.2) mono 2 MP (f/2.4)
Baterai : 4.025 mAh, VOOC 4.0
OS : Android 10, ColorOS 7