WHO Peringatkan soal Tes Antibodi Tidak Menjamin Pasien Covid-19 yang Pulih Bisa Terinfeksi Lagi

WHO memberikan peringatan bahwa tes antibodi atau tes serologis ini hanya dapat menunjukkan kekebalan tubuh seseorang.


zoom-inlihat foto
batuk-virus-corona.jpg
kolase tribunkjabar/pixabay.com
ilustrasi batuk


Sebelumnya, Korea Selatan melaporkan sebanyak 91 pasien yang telah sembuh dari Covid-19 kembali terinfeksi virus corona.

Direktor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) Jeong Eun-kyeong mengatakan, virus corona aktif kembali lebih mungkin daripada pasien terinfeksi berulang.

Baca: Sambut Ulang Tahun Mendiang Kim Il Sung dan Pemilu Korsel, Kim Jong Un Lakukan Uji Coba Rudal

Baca: Sukses dengan Rapid Test, Korea Selatan Bakal Rilis Obat Antibodi untuk Covid-19 pada Tahun 2021

Dilansir dari Reuters, para pejabat kesehatan Korea Selatan menyebutkan, tren tersebut masih belum jelas.

KCDC juga mengumumkan telah mengirim timnya ke Kota Daegu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa pasien yang dites dan hasilnya kembali positif Covid-19 tidak menunjukkan gejala, sementara yang lain menderita demam dan masalah pernapasan.

Terkait hal tersebut, Kim Woo Joo seorang profesor penyakit menular di Rumah Sakit Guro Universitas Korea mengatakan kemungkinan pasien kambuh lebih besar dibandingkan terinfeksi ulang.

Pasien yang berstatus PDP dari Kabupeten Luwu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020).
Pasien yang berstatus PDP dari Kabupeten Luwu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sawerigading Kota Palopo, Sabtu (21/3/2020). (RSUD Sawerigading via TribunPalopo)

Para ahli lainnya mengatakan, ada kemungkinan hasil tes yang salah atau sisa-sisa virus corona masih ada di sistem pernapasan, meski tak menular atau membahayakan pasien dan orang lain.

Hal ini lantas menjadi perhatian dunia internasional.

Padahal sebelumnya Korea Selatan telah dianggap sukses menghentikan penyebaran virus corona.

Korea Selatan juga telah sukses menurunkan jumlah angka kematian dengan rapid test.

Korsel Bakal Rilis Obat Antibodi Covid-19

itu, Korea Selatan dikabarkan sedang berupaya untuk melakukan tes klinis pada perawatan berbasis antibodi virus corona.

Nantinya, obat antibodi itu akan dirilis pada tahun 2021, seperti dikutip dari Korea Herald.

"Menghasilkan obat dan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menangani pandemi," kata Yoon Tae-ho, seorang pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas karantina

Sejumlah besar sampel darah yang dikumpulkan dari orang yang terinfeksi virus di negara ini akan membantu tes klinis aktual terhadap obat antibodi yang akan dirilis tahun 2021.

Tak hanya itu, pengujian juga dilakukan dengan menggunakan plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang berhasil pulih.

Baca: Tidak Mau Isolasi Diri hingga Berikan Alamat Palsu, Seorang WNI Dideportasi dari Korea Selatan

Nantinya pengujian itu akan dikembangkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Pemerintah Korea Selatan juga mengatakan apabila obat antibodi ini dapat diproduksi, kemungkinan akan tersedia pada akhir 2021 atau 2022.

Korea Selatan telah menentukan aturan untuk mengamankan sampel darah yang lebih baik dari pasien.

Sehingga nantinya dapat dilakukan pengujian untuk obat antibodi.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved