TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dalam sebuah acara kuliah umum, otoritas Korea Utara mengatakan bahwa ada kasus infeksi virus corona (Covid-19) yang dikonfirmasi terjadi di negara tersebut pada awal Maret.
Dilaporkan Radio Free Asia (RFA), hal tersebut tentunya berbeda dengan klaim resmi Pyongyang yang mengatakan bahwa mereka belum memiliki kasus untuk dikonfirmasi.
Dilansir oleh South China Morning Post (SCMP), para dosen berbicara kepada organisasi dan kelompok pengamat lingkungan, mengatakan ada Covid-19 kasus di negara itu, tanpa memberikan angka.
RFA sendiri mengutip dua sumber, satu di Pyongyang dan satu di Provinsi Ryanggang.
Para dosen mengatakan, kasus yang dikonfirmasi ada di Pyongyang, Provinsi Hwanghae Selatan dan Provinsi Hamgyong Utara, lapor RFA.
Hamgyong Utara berada di wilayah timur laut negara itu, sementara Hwanghae Selatan berada di bagian barat daya.
Pyongyang sebelumnya telah memperkuat pemeriksaan perbatasan dan memerintahkan orang asing dari negara manapun yang melaporkan kasus Covid-19, untuk melakukan karantina selama 30 hari.
Baca: Ancaman Kim Jong Un Bagi Pejabatnya Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara: Ada Konsekuensi Serius
Baca: Iran Mengaku Telah Menangkap Pengunggah Video Pesawat Ukraina Ditembak Rudal, Benarkah?
Media pemerintah KCNA pada hari Sabtu (18/4/2020) mengatakan, pihak berwenang Korea Utara ‘melihat apakah masih ada ruang bagi penyakit menular untuk masuk, sejalan dengan blokade lengkap perbatasan, wilayah udara dan perairan’ hingga pandemi virus global terkendali.
Korea Utara akan menutup perbatasannya sepenuhnya sampai infeksi Covid-19 diatasi secara global.
Dalam laporan KCNA juga disebutkan bahwa orang asing yang dikarantina telah dibebaskan.
Korea Utara pada akhir Februari lalu dilaporkan telah mengkarantina sekitar 380 orang asing, termasuk diplomat yang ditempatkan di ibukota Pyongyang.
Korea Utara yang sudah terisolasi dan bersenjatakan nuklir dengan cepat menutup perbatasannya setelah virus pertama kali terdeteksi di negara tetangganya China, dan memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat.
Hingga saat ini, Korea Utara belum secara resmi mengonfirmasi satupun kasus virus corona di negaranya.
Sebelumnya, pada awal Maret lalu, pejabat kesehatan senior di Korea Utara bersikukuh negaranya bebas dari wabah virus corona, meski sejumlah kalangan meragukannya.
Baca: China Merevisi Jumlah Kematian Akibat Covid-19, WHO: Akan Ada Banyak Negara Melakukan Hal Serupa
Baca: Untuk Pertama Kalinya, Hong Kong Menggunakan Paru-paru Buatan untuk Mengobati Pasien Covid-19
Direktur departemen anti-epidemi di Markas Pusat Darurat Anti-epidemi Pak Myong Su menyatakan, kebijakan yang mereka lakukan membuahkan hasil.
"Tidak ada seorang pun yang terinfeksi dengan virus corona jenis baru di negara kami sejauh ini," katanya seperti dilansir AFP Kamis (2/4/2020).
"Kami telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina untuk semua personel yang memasuki negara kami dan mendisinfeksi semua barang secara menyeluruh, serta menutup perbatasan dan memblokir jalur laut dan udara."
Klaim tersebut diragukan banyak pihak.
Para ahli mengatakan Korea Utara sangat rentan terhadap virus karena sistem perawatan kesehatannya yang lemah, dan para pembelot menuduh Pyongyang menutupi wabah.
Komandan pasukan AS di Korea Selatan (USFK), Jenderal Robert Abrams mengatakan pada Kamis (2/4/2020) bahwa klaim Korea Utara tentang tidak adanya kasus virus corona di negara tersebut adalah “tidak benar”.